Rasa ingin tahu yang tulus dapat bertahan lama dan menjadi bekal menghadapi perubahan teknologi, kata CEO TikTok Chew Shou Zi. Pesan itu ditujukan kepada lulusan program doktoral Nanyang Technological University yang akan memasuki dunia profesional pada era AI.
Chew menyampaikan pidato di Singapura pada Jumat, 1 Agustus 2026. Ia menilai teknologi dan kecerdasan buatan telah mendorong perubahan besar yang memengaruhi dunia kerja serta banyak sisi kehidupan.
Ketertarikan yang terus muncul kembali
Chew mengatakan minatnya terhadap teknologi sudah tumbuh ketika masih kecil karena sering berada di depan komputer. Ketertarikan itu tidak hilang seiring bertambahnya usia, melainkan terus hadir dalam berbagai tahap hidupnya.
“Seiring berjalannya waktu, ketertarikan terhadap teknologi yang saya rasakan saat masih muda terus muncul kembali, dan itulah hal yang indah dari rasa ingin tahu yang tulus-rasa itu memiliki daya tahan yang luar biasa,” kata Chew.
Menurut Chew, daya tahan rasa ingin tahu menjadi penting bagi lulusan di tengah perkembangan bidang teknologi yang cepat. Sikap tersebut dapat membantu seseorang tetap terbuka untuk belajar ketika kebutuhan profesi terus bergeser.
Perjalanan hidup Chew turut mencerminkan perpindahan antara pendidikan dan dunia profesional. Ia bersekolah di Yio Chu Kang, melanjutkan ke Hwa Chong Institution, University College London, serta Harvard Business School.
Setelah pendidikan formalnya, ia memiliki pengalaman karier di Goldman Sachs, Xiaomi, dan ByteDance. Latar belakang tersebut menjadi bagian dari konteks pesannya mengenai kesiapan menghadapi masa setelah kampus.
Pendidikan membuka pandangan lebih luas
Dalam pidatonya, Chew menyebut pendidikan sebagai paspor seumur hidup. Ia menilai lulusan doktoral telah memiliki pengalaman akademis yang mendalam serta terspesialisasi untuk memandang dunia melampaui batas institusi.
“Kini, jejak global Anda meluas. Anda memiliki paspor untuk melihat melampaui tembok institusi tempat menimba ilmu, lulus dengan pengamalan akademis yang mendalam dan terspesialisasi,” ujar Chew Shou Zi.
Gagasan itu menempatkan pendidikan sebagai modal yang tetap berguna setelah kelulusan. Spesialisasi akademis bukan akhir dari proses belajar, melainkan dasar untuk menghadapi konteks baru yang lebih luas.
Inovasi bergerak berlipat ganda
Chew menggambarkan kondisi sekarang sebagai era inovasi dalam skala besar. Ia menekankan bahwa perubahan yang terjadi tidak lagi bersifat konstan, tetapi berkembang secara berlipat dari waktu ke waktu.
“Kita melihat perubahan setiap hari, dan ini adalah era inovasi berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah titik penting sekaligus menarik dalam sejarah, di mana perubahan merupakan hal yang berlipat ganda, bukan konstan,” tutur Chew Shou Zi.
Detikcom melaporkan bahwa Chew juga mengingatkan wisudawan mengenai kebutuhan mengasah kesiapan menghadapi AI dan transformasi digital. Bagi lulusan NTU, pendidikan, rasa ingin tahu, dan kemampuan terus belajar menjadi bekal untuk merespons perubahan tersebut.






