Persib Bandung memulai Grup A Piala Presiden 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Arema FC tanpa kebobolan. Hasil tersebut memberi modal besar bagi Maung Bandung, terutama karena lini belakang mampu meredam serangan lawan pada pertandingan pembuka.
Gabriel Mutombo ikut menjalani debutnya dalam kemenangan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu, 25 Juli 2026. Bek asal Prancis itu menilai hasil positif tersebut harus menjadi dasar untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan permainan Persib.
“Ini awal yang sangat baik. Kami harus mempertahankan performa ini dan terus berkembang di pertandingan berikutnya,” kata Mutombo. Pernyataan itu menegaskan bahwa kemenangan atas Arema belum menjadi jaminan bagi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Modal Awal untuk Persib
| Agenda | Waktu | Catatan |
|---|---|---|
| Persib Bandung vs Arema FC | Sabtu, 25 Juli 2026 | Kemenangan 1-0 dan clean sheet |
| Persib Bandung vs DPMM FC | Selasa, 28 Juli 2026 | Laga lanjutan Grup A |
Setelah mengalahkan Arema, Persib akan menghadapi DPMM FC pada Selasa, 28 Juli 2026. Laga itu menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat sejauh mana chemistry pemain berkembang setelah menjalani pertandingan pertama.
Mutombo, yang sebelumnya bermain untuk Ratchaburi FC, menilai kebersamaan di lapangan perlu terus dibangun. Ia berharap para pemain memperoleh lebih banyak waktu untuk memperkuat pemahaman satu sama lain.
Arema Sulit Menciptakan Peluang Bersih
Keunggulan Persib tidak hanya ditentukan oleh skor akhir, melainkan juga kemampuan tim menjaga alur pertahanan. Menurut Medcom.id, Persib memutus aliran serangan Arema sejak lini tengah sehingga lawan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Tekanan Arema pun tidak berkembang menjadi ancaman serius di depan gawang Persib. Kerapatan permainan itu menjadi elemen penting di balik clean sheet pada debut Mutombo.
“Laga pertama saya sangat bagus. Kami menang 1-0 dan mencatatkan clean sheet. Ini modal yang baik untuk pertandingan selanjutnya. Lini belakang bertahan dengan sangat baik,” ujar Mutombo usai pertandingan.
Mutombo beberapa kali terlihat aktif mengarahkan rekan setimnya di area pertahanan. Meski demikian, ia menilai kepemimpinan dan komunikasi tidak seharusnya dibebankan kepada satu pemain saja.
Ia menekankan setiap pemain di lini belakang dapat mengambil peran untuk menjaga konsentrasi tim. Saling mengingatkan diperlukan agar organisasi pertahanan tidak mudah terlepas saat pertandingan memasuki fase yang berbeda.
“Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik. Jika bisa memberikan kepemimpinan, saya akan mencobanya. Namun pada dasarnya, setiap pemain di lini belakang mampu melakukan hal itu,” tegasnya.
Debut yang Dilengkapi Sambutan Bobotoh
Kemenangan dan clean sheet bukan satu-satunya hal yang diingat Mutombo dari laga tersebut. Pemain berusia 29 tahun itu juga merasakan langsung dukungan besar Bobotoh dalam penampilan pertamanya di sepak bola Indonesia.
Ribuan suporter Persib memadati Stadion Si Jalak Harupat serta terus memberi dukungan selama pertandingan berlangsung. Atmosfer itu disebut memberi kesan mendalam bagi Mutombo.
“Atmosfer stadion sangat gila. Untuk sebuah laga perdana bagi saya, atmosfernya sungguh luar biasa,” ungkapnya. Dukungan dari tribun menjadi tambahan motivasi bagi Mutombo untuk beradaptasi dan memberikan kontribusi bagi Persib.
Persib kini membawa fondasi awal berupa tiga poin, pertahanan yang terjaga, dan semangat dari pendukungnya. Saat menghadapi DPMM FC, tim perlu menunjukkan bahwa keberhasilan melawan Arema dapat diteruskan melalui permainan yang semakin matang.






