Peringatan Iran Berujung Ledakan Tanker, Jalur Selatan Hormuz Ditutup

Peringatan Iran mengenai jalur ranjau di selatan Selat Hormuz diikuti laporan ledakan dan kebakaran pada sebuah tanker minyak. Korps Garda Revolusi Iran menyatakan dua tanker lain yang semula berada dalam upaya pelintasan kemudian memilih mundur.

Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan keamanan pelayaran di kawasan itu meningkat. IRGC menegaskan kapal yang melewati jalur selatan tanpa koordinasi dengan Teheran dapat menghadapi konsekuensi yang sama.

Iran Klaim Jalur Tidak Bisa Digunakan Kapal Minyak

IRGC menyatakan tidak ada kapal minyak yang diizinkan melintas melalui jalur selatan Selat Hormuz, baik saat masuk maupun keluar. Iran menyebut rute tersebut telah dipasangi ranjau sebagai bagian dari pengamanan.

Pihak Iran menempatkan koordinasi dengan Teheran sebagai ketentuan bagi kapal yang ingin menggunakan jalur itu. Kapal yang mengabaikan ketentuan tersebut menjadi sasaran utama peringatan IRGC.

Menurut pernyataan yang dikutip Antara, IRGC menyebut setiap kapal yang tetap melintas akan menghadapi akibat serupa. Iran juga menuding kapal-kapal tersebut mengikuti apa yang mereka sebut sebagai tipu daya Amerika Serikat.

Rincian Tiga Tanker dalam Pernyataan IRGC

IRGC menyatakan tiga tanker minyak yang dinilai mendukung Amerika Serikat mencoba melewati rute ranjau di sisi selatan Selat Hormuz. Press TV mengutip pernyataan itu pada Kamis (23/7/2026).

Tanker pertama dilaporkan meledak lalu terbakar ketika mencoba melintas. Dua kapal lain yang berada dalam rombongan menghentikan perjalanan dan berbalik arah.

KapalUpaya PelintasanHasil
Tanker pertamaMelewati jalur selatanMeledak dan terbakar
Tanker keduaMencoba melintas bersama rombonganBerbalik arah
Tanker ketigaMencoba melintas bersama rombonganBerbalik arah

Nama ketiga tanker tidak dicantumkan dalam pernyataan IRGC. Informasi mengenai kerusakan kapal serta kondisi awak juga belum disampaikan.

Ranjau Disebut Sudah Dipasang Sehari Sebelumnya

Juru bicara IRGC Hossein Mohebbi pada Rabu (22/7/2026) telah mengatakan bahwa jalur selatan Selat Hormuz dipasangi ranjau. Pernyataan itu muncul sehari sebelum IRGC melaporkan ledakan tanker.

Mohebbi mengatakan jalur yang dipasangi ranjau dapat menghancurkan investasi pihak yang mencoba melintas. Ia meminta pihak terkait untuk tidak mengikuti apa yang disebut Iran sebagai tipu daya AS.

Ancaman Infrastruktur dari Presiden AS

Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump menyampaikan ancaman terhadap Iran pada Rabu. Trump mengatakan AS akan menghancurkan satu jembatan atau infrastruktur pembangkit listrik di Iran setiap kali Iran menyerang kapal yang berlayar di Selat Hormuz.

Ia menambahkan bahwa sasaran itu dapat mencakup infrastruktur di Teheran. Pernyataan Trump menambah tekanan dalam ketegangan AS Iran yang berfokus pada keamanan kapal di jalur pelayaran strategis tersebut.

Laporan ledakan itu mempertegas posisi Iran terhadap penggunaan jalur selatan Selat Hormuz. Bagi kapal yang hendak melintas, peringatan IRGC kini disertai risiko ranjau yang disebut telah dipasang di rute tersebut.

Baca Juga