BYD Atto 1 dapat disiapkan untuk didorong manual ketika pemilik harus meninggalkannya di parkir paralel. Kuncinya adalah mengaktifkan Electronic Parking Brake Trailer Mode sebelum mobil dimatikan.
Mode tersebut mencegah kendaraan terkunci dalam kondisi parkir normal. Fitur ini berguna apabila posisi mobil menghalangi akses kendaraan lain dan perlu digeser untuk menata ruang parkir.
Pengemudi perlu memperlakukan mode ini sebagai pengaturan khusus, bukan pengganti prosedur parkir biasa. Keamanan lingkungan sekitar tetap harus diperiksa karena kendaraan berada dalam keadaan memungkinkan untuk dipindahkan.
Konfirmasi Layar Menentukan Kesiapan Mobil
Tanda bahwa kendaraan benar-benar siap didorong muncul dalam bentuk dialog pada layar head unit. Pengemudi harus menunggu konfirmasi itu sebelum mematikan mobil dan meninggalkannya.
Tanpa dialog tersebut, pengaturan belum dapat dianggap selesai. Membuka halaman pengaturan atau menekan pilihan mode saja tidak cukup untuk memastikan sistem telah mengubah kondisi kendaraan.
Pengaktifan dimulai dengan menghentikan mobil di permukaan rata sambil menginjak pedal rem. Pedal rem harus tetap ditekan selama pengemudi melakukan pengaturan pada layar.
| Langkah | Tindakan pengemudi | Penanda proses |
|---|---|---|
| 1 | Hentikan mobil di permukaan rata dan injak rem | Kendaraan siap diatur |
| 2 | Buka Settings dan pilih Vehicle | Menu pengaturan kendaraan terbuka |
| 3 | Aktifkan EPB Trailer Mode | Dialog kesiapan tampil di layar |
| 4 | Matikan mobil seperti biasa | Mobil dapat ditinggalkan untuk digeser manual |
Akses Pengaturan EPB Trailer Mode
Dari layar head unit, pengemudi membuka Settings lalu masuk ke menu Vehicle. Di dalamnya tersedia pilihan Electronic Parking Brake atau EPB Trailer Mode yang perlu diaktifkan.
Setelah dialog konfirmasi muncul, mobil dapat dimatikan seperti biasa. Kondisi ini memungkinkan kendaraan dipindahkan secara manual untuk kebutuhan parkir paralel.
Penggunaan fitur perlu dibatasi pada situasi yang memang memerlukannya. Pemilik tidak dianjurkan membiarkan mobil dalam mode tersebut tanpa mempertimbangkan kondisi dan keamanan area parkir.
Alasan Mobil Listrik Memerlukan Mode Khusus
Sistem penggerak serta rem parkir pada mobil listrik memiliki cara kerja yang berbeda dari kendaraan bermesin konvensional. Karena itu, memindahkan mobil tidak cukup dilakukan dengan mengandalkan perubahan posisi tuas.
Co-founder EVSafe sekaligus dosen National Battery Research Institute, Mahaendra Gofar, mengatakan kebutuhan tersebut telah diantisipasi pada kendaraan listrik melalui towing mode atau mode derek. Mode ini menjaga mobil berada pada posisi netral dan tidak mengunci.
“Mobil listrik itu sudah dirancang untuk kebutuhan seperti parkir paralel. Ada yang namanya towing mode atau mode derek, jadi mobil bisa tetap di posisi netral dan tidak mengunci,” ujar Gofar kepada Kompas.com.
Pada BYD Atto 1, fungsi itu diwujudkan melalui EPB Trailer Mode. Fitur tersebut memberi solusi praktis ketika kendaraan perlu digeser, tetapi tetap memerlukan prosedur pengaktifan yang tepat.
Menonaktifkan Mode sebelum Berkendara
Trailer Mode harus dimatikan ketika kendaraan akan dipakai kembali. Pengemudi perlu masuk ke kabin, menginjak pedal rem, lalu menekan tombol start/stop untuk menyalakan mobil.
Sesudah itu, tombol EPB ditekan beberapa detik sambil pedal rem tetap diinjak. Layar head unit perlu diperiksa kembali untuk memastikan dialog atau tanda Trailer Mode telah hilang.
Jika penanda tersebut sudah tidak tampil, kendaraan kembali ke kondisi normal dan dapat digunakan seperti biasa. Buku manual tetap menjadi acuan penting karena tata cara mode derek atau netral dapat berbeda di setiap merek mobil listrik.






