Penerbangan Perdana C919 ke Mongolia Mengubah Langkah China di Pasar Pesawat Global

Penerbangan C919 dari Beijing ke Ulaanbaatar membuka babak baru ambisi China di industri pesawat komersial. Untuk pertama kalinya, jet berbadan sempit buatan COMAC itu melayani penerbangan komersial internasional pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Air China mengoperasikan C919 dalam rute menuju ibu kota Mongolia tersebut. Kehadiran pesawat pada layanan lintas negara memperluas rekam operasinya yang sebelumnya berpusat di pasar China.

Peristiwa ini memiliki arti lebih besar daripada sekadar penambahan rute. China sedang membangun pesaing bagi Boeing dan Airbus di segmen pesawat yang digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah.

Waktu Tempuh dan Layanan Harian

Menurut data penerbangan publik, C919 lepas landas dari Beijing pada pukul 15.17 waktu setempat. Pesawat mendarat di Ulaanbaatar pada pukul 16.58 waktu setempat.

Rute tersebut berangkat dari Bandara Internasional Ibu Kota Beijing. Air China dijadwalkan mengoperasikan satu penerbangan pulang-pergi setiap hari antara Beijing dan Ulaanbaatar.

Penggunaan C919 pada rute itu memperlihatkan upaya memperluas pemakaian pesawat dari layanan domestik ke jaringan di luar negeri. Namun, skala ekspansi tersebut masih berada pada tahap awal.

Posisi C919 dan C909 dalam Ekspansi COMAC

PesawatJenis atau PeranPosisi di Pasar
COMAC C919Jet berbadan sempitMulai melayani penerbangan internasional
COMAC C909Jet lebih kecilSudah membantu COMAC merambah pasar luar negeri

C909 memiliki kapasitas 78 hingga 97 penumpang. Pengalaman ekspor pesawat yang lebih kecil itu memberi COMAC dasar sebelum C919 memasuki tahap perluasan internasional.

C919 sendiri diposisikan sebagai calon pesaing Boeing 737 dan Airbus A320. Kedua model tersebut merupakan keluarga pesawat yang telah mendominasi pasar selama beberapa dekade.

Rute Sebelumnya dan Pameran Udara

Sebelum terbang ke Mongolia, C919 sudah menjalani penerbangan komersial perdana pada Mei 2023. Pesawat itu ketika itu menghubungkan Shanghai dengan Beijing.

Setelahnya, C919 dipakai secara rutin di berbagai rute komersial domestik China. Pesawat ini juga telah beroperasi pada jalur antara China daratan dan Hong Kong.

COMAC memperkenalkan C919 melalui sejumlah pameran udara internasional. Pesawat tersebut dipresentasikan di Singapura pada 2024 dan 2026, serta di Dubai pada 2025.

Sertifikasi Menjadi Penentu

Meski berhasil mengoperasikan rute internasional, C919 belum memperoleh persetujuan regulator Amerika Serikat maupun Eropa. Hambatan ini penting karena akses ke dua kawasan tersebut akan memengaruhi peluang pesawat memasuki pasar global yang lebih luas.

Kompas.com yang mengutip Channel News Asia melaporkan kondisi sertifikasi itu masih menjadi batasan bagi ekspansi C919. Dengan demikian, rute Mongolia menjadi penanda kemajuan, tetapi belum menghapus tantangan utama yang dihadapi COMAC.

Pengembangan C919 juga tidak sepenuhnya terlepas dari industri global. Pesawat buatan China itu masih menggunakan komponen dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

Seorang penumpang, Hu Yuan, menyebut dirinya bangga terbang pada rute internasional menggunakan pesawat produksi dalam negeri. “Saya berharap pesawat domestik kita terus meningkat dalam hal kenyamanan dan pengalaman penumpang secara keseluruhan, bahkan melampaui Boeing dan Airbus,” kata penumpang berusia 40 tahun itu.

Harapan penumpang tersebut sejalan dengan tujuan China untuk meningkatkan kemampuan industri penerbangannya. Perjalanan C919 di luar pasar domestik akan terus bergantung pada pengoperasian rute baru dan perkembangan persetujuan regulator.

Baca Juga