Penemuan 22 Jasad Mengubah Data Tragedi Danau Kariba, Korban Tewas Jadi 68

Penemuan kembali 22 jasad pada Sabtu mengubah data korban kecelakaan kapal di Danau Kariba, Zimbabwe. Kepolisian Republik Zimbabwe atau ZRP menyatakan jumlah korban tewas kini mencapai 68 orang.

Angka terbaru itu jauh lebih tinggi dibanding laporan sebelumnya yang mencatat 44 kematian. Pembaruan tersebut disampaikan ZRP melalui pernyataan di platform X kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Kepolisian menyebut kecelakaan itu melibatkan perahu RIDA di Kariba. RIDA adalah Badan Pengembangan Infrastruktur Pedesaan, sebagaimana dijelaskan dalam keterangan resmi ZRP.

“ZRP menginformasikan kepada masyarakat Zimbabwe dan para pemangku kepentingan terkait bahwa jumlah korban tewas dalam kecelakaan perahu RIDA di Kariba kini mencapai 68 orang,” kata kepolisian. Pernyataan itu turut menyebut penemuan 22 jasad sebagai bagian dari perkembangan terbaru.

Data Korban Terus Diperbarui

Proses penemuan jasad membuat jumlah korban dalam tragedi Danau Kariba berubah dari laporan awal. Otoritas setempat terus memperbarui data yang tersedia seiring penanganan insiden berlangsung.

Informasi KorbanJumlahDasar Pembaruan
Laporan lebih dahulu44 orangData awal dari kepolisian
Jumlah terbaru68 orangSetelah penemuan kembali 22 jasad pada Sabtu

Perubahan angka tersebut menempatkan kecelakaan perahu RIDA sebagai peristiwa dengan dampak besar di Zimbabwe. Pemerintah kemudian menetapkan status bencana pada 12 Agustus.

Status itu menunjukkan tingkat keseriusan dampak kecelakaan yang terjadi di Kariba. Namun, keterangan yang tersedia belum menguraikan penyebab kapal terbalik.

Keterangan yang Masih Terbatas

Informasi mengenai kondisi korban lain selain mereka yang meninggal belum dirinci. ZRP menjadi pihak yang menyampaikan perkembangan jumlah korban dalam penanganan kecelakaan ini.

Kariba disebut dalam pengumuman polisi sebagai lokasi kecelakaan perahu RIDA. Peristiwa tersebut terkait dengan Danau Kariba, yang menjadi lokasi utama dalam laporan mengenai tragedi itu.

VIVA.co.id melaporkan, dengan mengutip Sputnik, pembaruan korban tewas menjadi 68 orang disampaikan pada Minggu, 16 Agustus 2026. Informasi itu merujuk pada keterangan resmi ZRP yang diumumkan sehari sebelumnya.

Belum ada rincian tambahan dalam keterangan tersebut mengenai faktor yang menyebabkan kapal terbalik. Perhatian terhadap peristiwa ini tetap tertuju pada pembaruan otoritas mengenai korban dan penanganan di Kariba.

Baca Juga