Satu tendangan Eneko Jauregi ke gawang kosong menjadi penutup luar biasa dalam laga Málaga kontra Fulham. Eksekusi tersebut membuat Málaga merayakan Trofeo Costa del Sol setelah seluruh pemain Fulham meninggalkan lapangan.
Situasi itu terjadi selepas pertandingan pramusim berakhir 2-2 di Estadio La Rosaleda pada Rabu (12/8/2026). Kedua klub ternyata tidak sepaham mengenai ada atau tidaknya adu penalti untuk menentukan pemenang.
Akhir pertandingan yang tidak normal
Málaga bersiap menjalankan adu penalti seusai peluit panjang berbunyi. Namun, Fulham memilih berjalan meninggalkan lapangan ketika prosedur itu akan dimulai.
Tanpa pemain lawan dan tanpa penjaga gawang di bawah mistar, Málaga tetap melanjutkan eksekusi. Jauregi menuntaskan penalti tersebut dan bola masuk tanpa mendapatkan perlawanan.
Pemain Málaga lalu merayakannya di hadapan pendukung mereka. Klub tuan rumah menyatakan diri sebagai pemenang Trofeo Costa del Sol Cervezas Victoria, meski tidak ada duel penalti lengkap antara dua tim.
Kontrak pertandingan menjadi pokok perbedaan
Fulham menyebut kesepakatan sebelum laga menetapkan bahwa hasil imbang tidak akan dilanjutkan ke adu penalti. Pernyataan tersebut disampaikan klub melalui unggahan di X setelah pertandingan.
Fulham menulis, “Kami menyatakan bahwa sebelum pertandingan, kedua tim sudah sepakat tidak akan ada adu penalti andaikata laga berakhir imbang.” Dengan dasar itu, tim Inggris tersebut tidak mengikuti proses yang disiapkan Málaga.
Málaga memiliki pandangan berbeda mengenai ketentuan penentuan juara. Klub itu mengatakan adu penalti sudah dijadwalkan, sementara Fulham pergi karena prosedur tersebut tidak tertulis dalam kontrak pertandingan.
Perbedaan penafsiran tersebut membuat skor 2-2 tidak berakhir sebagai hasil yang biasa dalam pertandingan persahabatan. Alih-alih menerima hasil seri, pertandingan ditutup dengan satu penalti tanpa lawan.
Fulham dua kali memimpin
Di lapangan, Fulham sempat membangun keunggulan dua kali selama waktu normal. Málaga menunjukkan respons pada setiap kesempatan dan memaksakan hasil imbang pada menit akhir.
| Waktu | Pencetak Gol | Perubahan Skor |
|---|---|---|
| Menit ke-24 | Ryan Sessegnon | Fulham unggul 1-0 |
| Babak pertama | Chupete | Málaga menyamakan skor 1-1 |
| Setelah gol Chupete | Alex Iwobi | Fulham kembali memimpin |
| Menit ke-90 | Eneko Jauregi | Málaga membuat skor 2-2 melalui penalti |
Ryan Sessegnon mencetak gol pembuka Fulham pada menit ke-24. Chupete membalas untuk Málaga sebelum Alex Iwobi membawa Fulham memimpin kembali.
Jauregi memastikan kedudukan 2-2 lewat penalti pada menit ke-90. Gol itu membuka jalan menuju perdebatan seusai pertandingan tentang cara menentukan pemegang trofi.
Sport.detik.com melaporkan bahwa hasil imbang dalam waktu normal kemudian kalah mencuri perhatian dibanding peristiwa setelah laga. Penalti yang masuk ke gawang kosong menjadi penentu dalam klaim kemenangan Málaga.
Ketegangan turut melibatkan pelatih Fulham
Pelatih Fulham Álvaro Arbeloa menerima kartu merah setelah pertandingan karena memprotes keputusan wasit. Insiden itu menunjukkan ketegangan sudah hadir sebelum polemik penentuan pemenang menjadi sorotan.
Arbeloa adalah pelatih asal Spanyol yang ditunjuk Fulham pada Juli 2026 sebagai pengganti Marco Silva. Laga ini menjadi salah satu bagian akhir persiapan Fulham menjelang musim baru Premier League.
Málaga juga menempatkan pertandingan tersebut sebagai pemanasan terakhir menuju musim 2026/2027 LaLiga. Mereka dijadwalkan menghadapi Atletico Madrid pada laga pembuka pada 19 Agustus.






