Pemimpin Diminta Berani Hentikan Kerja Berisiko, Ini Arah HSSE Pertamina

Pemimpin di lingkungan Pertamina diminta tidak hanya mengawasi keselamatan dari laporan administratif. Mereka juga dituntut hadir di lapangan dan berani menghentikan pekerjaan yang dinilai mengandung risiko.

Penekanan itu disampaikan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan dalam penguatan budaya Health, Safety, Security, and Environment atau HSSE. Menurutnya, keselamatan harus menjadi nilai utama dalam setiap kegiatan operasional perusahaan.

“Pemimpin perlu hadir langsung di lapangan, berdialog dengan pekerja, dan memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan aman. Termasuk berani menghentikan pekerjaan yang berisiko,” ujar Iriawan.

Kehadiran langsung untuk mengenali risiko

Iriawan menilai visible leadership diperlukan agar pemimpin dapat mengetahui potensi risiko lebih awal. Kehadiran di area kerja juga membuka ruang dialog langsung dengan pekerja mengenai pelaksanaan pekerjaan yang aman.

Penguatan budaya keselamatan, menurut dia, perlu ditopang oleh kompetensi pekerja dan pembinaan yang berkelanjutan. Investasi pada pelatihan serta sertifikasi juga disebut penting untuk memperkuat kesiapan personel.

Pendekatan tersebut menjadi relevan saat Pertamina terus bertumbuh dan memperluas aktivitas bisnisnya. Kompleksitas teknologi serta operasi membuat perusahaan perlu memastikan standar keselamatan diterapkan secara seragam di seluruh lini.

Jambore untuk menyamakan standar

Komitmen itu ditegaskan dalam pembukaan HSSE Jambore I Tahun 2026 di HSE Training Center, Sungai Gerong, Palembang, Kamis (23/7/2026). Forum Pertamina Group tersebut mengusung tema Energizing One Pertamina: Operational Capability Assurance.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kompetensi dan menyelaraskan standar keselamatan di berbagai lini bisnis. Penyelarasan itu diarahkan untuk menjaga kesiapan operasi di tengah perkembangan dan kompleksitas aktivitas perusahaan.

Menurut Beritasatu, penguatan HSSE merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan operasi Pertamina. Penerapan prinsip keselamatan secara konsisten dipandang sebagai salah satu penopang ketahanan energi nasional.

Pertumbuhan tidak boleh mengabaikan kewaspadaan

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan Pertamina merupakan sistem besar yang menopang kebutuhan energi nasional. Karena itu, peningkatan target bisnis perlu diimbangi fondasi keselamatan yang makin kokoh.

“Ketika kita berbicara tentang Pertamina hari ini, kita berbicara tentang sebuah sistem besar yang menopang ketahanan energi nasional. Semakin tinggi target yang ingin dicapai, semakin kokoh pula fondasi yang harus dibangun. Fondasi itu adalah HSSE,” ujar Simon.

Simon menegaskan HSSE bukan hanya soal kepatuhan terhadap prosedur kerja. Sistem tersebut harus memastikan operasi berlangsung aman, andal, serta dijalankan secara konsisten.

Kinerja HSSE Pertamina sepanjang tahun ini disebut berada dalam tren positif. Meski demikian, Simon mengingatkan bahwa hasil baik tidak boleh menimbulkan rasa lengah terhadap potensi risiko.

“Dalam HSSE, capaian yang baik tidak boleh menimbulkan rasa lengah. Risiko selalu ada, sehingga disiplin dan kewaspadaan harus terus diperkuat. Kita harus selalu eling lan waspodo,” kata Simon.

Pertamina menempatkan keselamatan, keamanan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan sebagai unsur yang berjalan bersama dalam operasi. Penguatan disiplin ini diharapkan menjaga pertumbuhan bisnis tetap selaras dengan keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

Baca Juga