Bukan Sekadar Kelelahan, Nyeri Sendi Muda yang Berulang Perlu Diperiksa

Nyeri sendi pada usia muda kerap dikaitkan dengan olahraga berlebihan, kelelahan, atau cedera ringan. Namun, keluhan yang datang berulang dalam waktu lama dan disertai bengkak serta kaku pada pagi hari perlu diperiksa karena dapat berkaitan dengan rheumatoid arthritis atau RA.

Penyakit autoimun kronis ini dapat menimbulkan peradangan yang terus berlangsung pada sendi. Dampaknya tidak berhenti pada rasa sakit, sebab RA yang tidak terkendali dapat menyebabkan perubahan bentuk sendi dan kecacatan permanen.

Kerusakan Dapat Terjadi Saat Keluhan Diabaikan

Rasa nyeri yang masih dapat ditahan menjadi salah satu alasan penderita menunda pemeriksaan. Padahal, peradangan yang menetap berpotensi meluas dari jari dan pergelangan tangan ke lutut, bahu, siku, serta pergelangan kaki.

Penanganan lebih dini ditujukan untuk mengendalikan penyakit dan mempertahankan fungsi sendi. Karena itu, gejala tidak sebaiknya hanya diredakan tanpa mencari penyebab yang mendasarinya.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, menyatakan nyeri sendi berkepanjangan perlu dinilai secara tepat. Penyebab keluhan penting diketahui karena tiap penyakit memerlukan penanganan yang berbeda.

“Nyeri sendi yang berkepanjangan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai keluhan biasa. Kita perlu mengetahui penyebabnya karena setiap penyakit memiliki penanganan yang berbeda,” ujar dr. Sandra dalam keterangan yang dimuat Beritasatu.com.

Pola Keluhan yang Patut Diperhatikan

RA kerap menyerang sendi kecil, terutama jari-jari tangan dan pergelangan tangan. Keluhan dapat muncul simetris, yaitu pada sendi yang sama di sisi kanan dan kiri tubuh.

Kekakuan biasanya terasa lebih kuat setelah bangun tidur dan dapat membaik ketika tubuh mulai bergerak. Kondisi ini dapat membuat penderita membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai aktivitas harian.

Keluhan UtamaGambaran yang Perlu Diwaspadai
Nyeri sendiTerjadi terus-menerus atau berulang dalam jangka panjang
Kekakuan pagi hariBerkurang setelah bergerak, mandi, atau beraktivitas
PembengkakanTerlihat pada beberapa sendi, terutama jari dan pergelangan tangan
Kesulitan bergerakAktivitas setelah bangun tidur terasa lebih berat

Tanda awal dapat terlihat ketika jari membesar pada pagi hari sehingga cincin terasa sempit. Gejala seperti ini tidak cukup untuk menetapkan diagnosis, tetapi dapat menjadi alasan untuk melakukan evaluasi medis.

Satu Hasil Tes Tidak Menentukan RA

Dokter tidak dapat memastikan Rheumatoid Arthritis hanya dari satu gejala atau satu hasil laboratorium. Penilaian dilakukan melalui riwayat keluhan, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Tes darah dapat mencakup Rheumatoid Factor atau RF dan Anti-Citrullinated Protein Antibody atau ACPA, termasuk anti-CCP. Dokter juga dapat meminta pemeriksaan pencitraan bila diperlukan.

Hasil RF negatif tidak otomatis berarti seseorang tidak memiliki RA. Rheumatoid arthritis seronegatif tetap dapat terjadi, sehingga penilaian klinis menjadi bagian penting dari proses diagnosis.

Jangan Mengandalkan Produk Tanpa Pengawasan

Obat penghilang nyeri dapat memberikan perbaikan sementara, tetapi tidak menyelesaikan peradangan penyebab RA. Penggunaan obat saat keluhan terus berulang tidak seharusnya menggantikan pemeriksaan oleh tenaga medis.

Produk tradisional atau alami dengan keamanan dan efektivitas yang tidak jelas juga perlu diwaspadai. Sejumlah produk dapat mengandung kortikosteroid atau NSAID tanpa informasi yang jelas pada kemasannya.

Nyeri yang berat bersama kemerahan, pembengkakan sendi, demam, atau riwayat trauma memerlukan pemeriksaan medis segera. Pasien dengan dugaan penyakit autoimun dapat berkonsultasi kepada dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi atau rheumatologist.

Selain pengobatan medis, pengelolaan kondisi dapat mencakup menjaga berat badan, mengatur pola makan, beristirahat cukup, mengelola stres, dan berolahraga secara teratur sesuai kondisi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kemampuan gerak dan mencegah kerusakan sendi menetap.

Baca Juga