Nokia 123 Shield Tahan Siaga 19 Hari, tetapi Ketergantungan 2G Jadi Risiko

Nokia 123 Shield menawarkan daya tahan siaga hingga 19 hari, sebuah angka yang menonjol di tengah perangkat komunikasi yang semakin sering membutuhkan pengisian daya. Namun, keunggulan tersebut dibayangi satu batasan penting karena ponsel ini hanya bekerja pada jaringan 2G.

Keterbatasan jaringan itu perlu menjadi perhatian utama calon pengguna, terutama di wilayah yang sudah mulai menghentikan layanan 2G. Ponsel tombol ini dapat menjadi perangkat cadangan yang praktis, tetapi kegunaannya sangat bergantung pada ketersediaan jaringan GSM 900/1800 di lokasi pengguna.

HMD membekali Nokia 123 Shield dengan baterai lepas pasang berkapasitas 1.750 mAh. Perusahaan menyebut perangkat ini dapat menyediakan waktu bicara berkelanjutan hingga 27,9 jam.

Baterai yang dapat dilepas memberi nilai tambah bagi pengguna yang membutuhkan perangkat sederhana untuk penggunaan jangka panjang. Karakter tersebut membuatnya relevan untuk pekerja lapangan atau pengguna yang memerlukan ponsel komunikasi dasar saat jauh dari sumber listrik.

Jaringan 2G Menjadi Batas Penggunaan

Nokia 123 Shield menggunakan dual Mini SIM dan mendukung frekuensi GSM 900 serta 1800. HMD menyatakan perangkat ini dioptimalkan untuk menjaga sinyal agar panggilan tetap jelas.

Meski demikian, dukungan jaringan hanya berhenti pada 2G. Calon pembeli perlu memeriksa kondisi jaringan lokal sebelum memilih ponsel ini, sebab penghentian layanan 2G telah berlangsung di sejumlah negara.

KomponenRincian
Jaringan2G GSM 900/1800
SIMDual Mini SIM
Baterai1.750 mAh, dapat dilepas
Waktu bicaraHingga 27,9 jam
Waktu siagaHingga 19 hari

Dirancang untuk Kondisi yang Lebih Menantang

HMD menempatkan ketahanan terhadap air dan debu sebagai salah satu daya tarik ponsel ini. Sisi perangkat memakai plastik bertekstur yang dirancang agar lebih mantap saat digenggam.

Bagian bawah ponsel dilengkapi penutup karet yang membantu melindungi konektor dari air, pasir, dan debu. Di baliknya tersedia port USB-C untuk pengisian daya serta jack audio 3,5 mm.

Penggunaan USB-C membuat Nokia 123 Shield memakai konektor yang umum digunakan pada perangkat baru. Namun, kehadiran konektor tersebut tidak mengubah posisi perangkat sebagai ponsel untuk kebutuhan yang sangat mendasar.

Memori Sangat Terbatas

Menurut Gizmochina, ponsel ini memakai sistem operasi S30+ dan chipset Unisoc SC6531E. Kapasitas memorinya hanya 4MB RAM serta 4MB penyimpanan internal.

Ruang penyimpanan tersebut membuat kartu MicroSD menjadi penting bagi pengguna yang ingin menyimpan file atau musik. HMD mendukung ekspansi melalui MicroSD hingga 32GB.

AspekSpesifikasi
Layar2,4 inci QVGA
Sistem operasiS30+
ChipsetUnisoc SC6531E
Memori4MB RAM dan 4MB penyimpanan
EkspansiMicroSD hingga 32GB

Konfigurasi itu menunjukkan bahwa Nokia 123 Shield tidak ditujukan untuk aplikasi modern, internet cepat, atau multimedia berat. Perangkat ini berfokus pada panggilan, fungsi komunikasi sederhana, serta daya tahan penggunaan.

Fitur Tambahan dan Perkiraan Harga

Ponsel ini membawa radio FM yang dapat digunakan dengan atau tanpa earphone berkabel. HMD juga menyertakan senter bawaan yang disebut lebih terang dibandingkan senter pada Nokia 110 generasi lama.

Di bagian belakang terdapat kamera QVGA dengan lampu kilat LED. Kamera tersebut hanya berfungsi sebagai pelengkap untuk kebutuhan dasar, bukan sebagai alat dokumentasi berkualitas tinggi.

HMD belum mengumumkan harga global resmi Nokia 123 Shield. Sejumlah toko di Bulgaria dan Yunani mencantumkan perangkat ini di kisaran €35 hingga €40.

Dengan bobot 108 gram serta pilihan warna hijau dan ungu, perangkat ini menawarkan kombinasi bodi bertekstur, perlindungan port, dan baterai tahan lama. Namun, status jaringan 2G tetap menjadi faktor paling menentukan sebelum ponsel ini dipakai sebagai alat komunikasi utama maupun cadangan.

Baca Juga