Pemerintah menetapkan target awal empat medali emas bagi Indonesia pada Asian Games 2026. Target itu ditopang anggaran pelatnas senilai Rp222 miliar yang harus digunakan untuk kebutuhan pembinaan atlet.
Bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing menjadi sejumlah cabang yang diproyeksikan sebagai tumpuan perolehan emas. Pemerintah berharap persiapan maksimal juga membuka kemungkinan target perak dari cabang lain meningkat menjadi emas.
Dana Pelatnas Dipisahkan dari Biaya Kontingen
Anggaran Rp222 miliar tidak mencakup pembiayaan pengiriman kontingen ke Asian Games 2026. Untuk keberangkatan kontingen, pemerintah menyediakan pos terpisah sebesar Rp61 miliar.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan dua kebutuhan tersebut tidak boleh dicampurkan. “Anggaran Rp222 miliar itu hanya untuk pelatnas, belum termasuk Rp61 miliar untuk pengiriman kontingen,” ujar Erick.
Pemisahan pembiayaan dimaksudkan untuk membedakan kebutuhan latihan atlet dari ongkos keberangkatan kontingen. Pengelolaan yang lebih jelas diharapkan membantu setiap pos anggaran digunakan sesuai tujuan masing-masing.
| Tahap Pembiayaan | Nilai Anggaran | Peruntukan |
|---|---|---|
| Alokasi awal | Rp81 miliar | Pelatnas Asian Games 2026 |
| Setelah penyisiran | Rp127 miliar | Pelatnas Asian Games 2026 |
| Tambahan anggaran | Rp95 miliar | Pelatnas Asian Games 2026 |
| Total akhir | Rp222 miliar | Pelatnas Asian Games 2026 |
| Anggaran terpisah | Rp61 miliar | Pengiriman kontingen |
Nilai akhir Rp222 miliar terbentuk setelah pemerintah melakukan penyisiran dan menambah alokasi anggaran. Dana pelatnas sebelumnya berjumlah Rp81 miliar, lalu meningkat menjadi Rp127 miliar sebelum tambahan Rp95 miliar diberikan.
Hak Atlet Tidak Boleh Berkurang
Erick menaruh perhatian khusus pada penyaluran dana kepada atlet selama menjalani pelatnas. Ia meminta atlet tidak diam apabila menemukan anggaran yang seharusnya diterima mengalami pemotongan.
“Kalau para atlet disunat anggarannya, lapor kita. Nanti kita lapor ke BPKP atau ke BPK,” tegas Erick. Langkah itu disebut sebagai bagian dari pengawasan agar tambahan anggaran tidak disalahgunakan.
Persiapan Asian Games 2026 telah memasuki tahap akhir sehingga kebutuhan latihan dan pembinaan perlu dipenuhi. Erick meminta semua pihak yang terlibat memastikan anggaran benar-benar menunjang kesiapan cabang olahraga.
Pelatnas untuk Siklus Prestasi Panjang
Dalam keterangan Kemenpora, Erick menyampaikan pembinaan prestasi tidak dapat dibangun secara mendadak menjelang pertandingan. Program latihan membutuhkan dukungan pendanaan yang konsisten agar atlet mampu menjalani persiapan jangka panjang.
Pemerintah mendorong pola anggaran multiyears bagi pelatnas untuk menjaga kesinambungan program tersebut. Erick mengatakan pembahasannya telah dilakukan bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang.
“Kami senang diskusi yang dilakukan bersama Presiden di Hambalang mengenai membangun olahraga harus didukung dengan anggaran multiyears pelatnas,” kata Erick. Ia menilai persiapan menuju Olimpiade 2032 semestinya telah dimulai dari sekarang.
Dukungan pembiayaan untuk Olimpiade 2028 juga disebut telah tersedia, sedangkan anggaran pelatnas SEA Games telah disiapkan dan direncanakan meningkat pada tahun berikutnya. Dengan pelatnas yang berkelanjutan, pemerintah menargetkan atlet Indonesia tampil lebih kompetitif di Asian Games 2026 dan ajang dunia berikutnya.






