Tekanan ban dapat lebih tahan lama saat menggunakan nitrogen karena gas tersebut disebut tidak mudah keluar melalui material karet. Penjelasan teknisnya berada pada perbedaan ukuran molekul nitrogen dan oksigen.
GT Radial menyebut molekul nitrogen lebih besar, sehingga lebih sulit melewati rongga-rongga kecil pada ban. Perbedaan itu membuat volume gas di dalam ban disebut tidak mudah berkurang dibandingkan ketika oksigen lebih banyak berperan.
Ban kerap terlihat sebagai komponen yang padat dan rapat, tetapi karet memiliki struktur mikroskopis yang mengandung pori kecil. Gas di dalam ban dapat mencoba melewati rongga tersebut selama ban digunakan.
Oksigen disebut lebih mudah menembus rongga pada karet karena ukuran molekulnya lebih kecil. Nitrogen menghadapi hambatan lebih besar sehingga dikaitkan dengan tekanan yang dapat bertahan stabil lebih panjang.
Alasan Tekanan Dapat Lebih Stabil
Stabilitas tekanan ban berkaitan dengan jumlah gas yang tetap berada di dalam ban. Apabila gas keluar lebih lambat, penurunan volume juga disebut terjadi lebih perlahan.
Hal itu menjadi alasan pengisian nitrogen sering dipilih oleh pengendara yang ingin tekanan tidak cepat berubah. Namun, penggunaan nitrogen bukan jaminan tekanan ban tidak akan berubah sama sekali.
Kendaraan tetap digunakan dalam kondisi perjalanan yang beragam. Karena itu, pengendara tetap perlu memperhatikan tekanan dan kondisi ban secara rutin.
Widi Yansen, Dept Head RnD Research & Simulation GT Radial, menjelaskan bahwa struktur molekul nitrogen lebih besar dibandingkan oksigen. Keterangan itu ia sampaikan di Proving Ground GT Radial di Karawang, Jawa Barat.
“Struktur molekul nitrogen itu lebih besar dibandingkan oksigen,” ujar Widi. Ia juga menjawab bahwa nitrogen memang lebih sulit menembus karet dibandingkan oksigen.
| Aspek | Nitrogen | Oksigen |
|---|---|---|
| Ukuran molekul | Lebih besar | Lebih kecil |
| Penetrasi pada karet | Lebih sulit | Lebih mudah |
| Dampak yang disebut | Tekanan cenderung lebih awet | Gas lebih mudah melewati rongga kecil |
Pengaruh Ketika Ban Berputar
Pembahasan nitrogen juga mencakup suhu yang muncul ketika ban bekerja. Saat kendaraan berjalan, ban berputar dan suhu di bagian dalamnya meningkat.
Kenaikan suhu membuat molekul gas bergerak terus. Menurut Widi, karakter molekul nitrogen yang lebih besar membuat pergerakannya dinilai lebih stabil dibandingkan oksigen.
GT Radial menyebut ban yang berisi oksigen cenderung menjadi lebih panas daripada ban berisi nitrogen. Klaim itu melengkapi alasan penggunaan nitrogen selain soal tekanan yang lebih tahan lama.
Udara biasa tetap mengandung nitrogen dan oksigen. Penjelasan yang diberikan membandingkan karakter kedua gas tersebut untuk menerangkan alasan tekanan ban berisi nitrogen disebut lebih lambat turun.
Dengan demikian, manfaat nitrogen untuk ban dikaitkan dengan kemampuan gas bertahan lebih lama di balik lapisan karet. Nitrogen juga disebut berkaitan dengan kecenderungan kenaikan panas yang lebih rendah saat ban digunakan.
Pilihan jenis gas tidak menghilangkan pentingnya pemeriksaan ban sebelum dan selama pemakaian. Pengendara tetap perlu memastikan tekanan sesuai kebutuhan kendaraan serta memantau kondisi ban secara berkala.
Penjelasan dari GT Radial menekankan bahwa perbedaan ukuran molekul menjadi dasar dari seluruh alasan tersebut. Nitrogen dinilai lebih sulit menembus karet, sementara oksigen disebut lebih mudah melewati rongga kecil pada material ban.






