Bukan Prancis atau Argentina, Model AI Menaruh Spanyol sebagai Favorit Piala Dunia 2026

Model AI yang telah diuji pada tiga edisi Piala Dunia justru menaruh Spanyol sebagai favorit terbesar untuk turnamen 2026. Argentina berada tepat di bawah Spanyol, sementara Prancis tidak menempati dua posisi teratas dalam proyeksi tersebut.

Keunggulan Spanyol diperoleh dari 50.000 simulasi yang mencakup fase grup hingga babak gugur. Meski demikian, hasil model statistik tidak menentukan hasil nyata karena dinamika pertandingan tetap dapat mengubah jalannya turnamen.

Uji Model Mencatat Ketepatan Sekitar 55 Persen

Sebelum memproyeksikan Piala Dunia 2026, metode Elo dan model Poisson diuji memakai data yang tersedia sehari sebelum turnamen 2014, 2018, dan 2022 dimulai. Pengujian tidak menggunakan informasi baru yang muncul setelah setiap pertandingan dimainkan.

Piala DuniaHasil TepatKeterangan
201462,5%Prediksi menang, seri, atau kalah
201854,7%Prediksi menang, seri, atau kalah
202246,9%Prediksi menang, seri, atau kalah

Dalam gabungan tiga edisi itu, model menebak dengan benar 105 dari 192 pertandingan fase grup dan gugur. Ketepatan keseluruhan berada pada kisaran 55 persen, sehingga proyeksi perlu dibaca sebagai ukuran peluang, bukan kepastian.

Model tersebut dikembangkan oleh Divyesh Vekariya, seorang senior iOS engineer dan penggemar teknologi. Menurut penjelasannya di Medium, sistem disusun agar dapat diperbarui sejalan dengan perkembangan data pertandingan.

Data Lebih dari 49.000 Pertandingan Digunakan

Landasan perhitungan mencakup lebih dari 49.000 pertandingan internasional resmi sepak bola putra sejak 1872. Data meliputi Piala Dunia, pertandingan kualifikasi, kejuaraan kontinental, serta laga persahabatan.

Peringkat setiap tim berubah berdasarkan tingkat kejutan hasil, selisih gol, dan bobot pentingnya pertandingan. Pertandingan Piala Dunia memperoleh bobot lebih besar daripada pertandingan persahabatan biasa.

Sistem kemudian menyusun peringkat 48 tim, menghitung proyeksi fase grup, dan menjalankan simulasi babak gugur 32 tim. Claude digunakan untuk membangun alur data, menyesuaikan model, menjalankan simulasi, dan membuat grafik hasil.

Vekariya menyebut pengawasan manusia tetap diperlukan dalam proses tersebut. Perannya mencakup menentukan rancangan yang akan dibuat, memeriksa performa model pada setiap tahap, dan menilai kapan hasilnya cukup layak dipercaya.

Peta Persaingan Juara dan Jalur Turnamen

Spanyol memenangi sekitar satu dari setiap 3,4 turnamen virtual, menjadikannya kandidat juara dengan peluang tertinggi. Argentina menjadi pesaing terdekat, diikuti Prancis, Inggris, Portugal, dan Jerman yang berada dalam kelompok berdekatan.

Aspek SimulasiHasil UtamaCatatan
Total simulasi50.000 turnamenMencakup seluruh fase kompetisi
Favorit juaraSpanyolMenang sekitar 1 dari 3,4 simulasi
Final terbanyakSpanyol vs ArgentinaMuncul sekitar 1 dari 11 simulasi

Final antara Spanyol dan Argentina menjadi skenario paling sering terjadi dalam keseluruhan pemodelan. Pertemuan itu muncul kira-kira sekali dari setiap 11 simulasi yang dijalankan.

Argentina dan Prancis dipandang relatif lebih kuat pada fase tengah turnamen daripada pada proyeksi babak puncak. Sementara itu, turunnya peluang Jerman setelah babak 16 besar lebih mencerminkan potensi rute yang sulit daripada penilaian rendah terhadap kemampuan tim.

Model tampak memberi bobot kuat pada konsistensi hasil dan kedalaman skuad, bukan hanya kualitas pemain bintang. Sejarah tiga Piala Dunia terakhir juga menunjukkan bahwa tiga favorit pra-turnamen tidak selalu berhasil membawa pulang trofi.

Baca Juga