Dari Cibubur ke Daerah Asal, Misi Ahmad Luthfi bagi Duta Pramuka Jawa Tengah

Anggota kontingen Pramuka Jawa Tengah diminta tidak hanya menjadi peserta Jambore Nasional ke-XII, tetapi juga duta bagi daerah asalnya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta mereka mengenalkan potensi Jawa Tengah, kabupaten, dan kota masing-masing kepada peserta dari seluruh Indonesia.

Pesan itu disampaikan kepada 1.488 anggota kontingen Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Luthfi menilai perjumpaan antar-Pramuka dari banyak provinsi dapat dimanfaatkan untuk membangun jejaring sekaligus memperluas wawasan.

“Anda Pramuka Penggalang yang merupakan wakil atau duta-duta Provinsi Jawa Tengah. Ceritakan tentang Jawa Tengah, ceritakan kabupaten/kota, ceritakan daerah asal,” tegas Luthfi.

Ia mengunjungi kontingen pada Jumat malam, 14 Agustus 2026, saat Jambore Nasional ke-XII berlangsung pada 13-20 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Luthfi hadir sebagai Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah.

Kepemimpinan Dimulai dari Diri Sendiri

Luthfi menekankan bahwa jambore bukan sekadar kegiatan berkumpul dan berkemah. Para peserta, menurut dia, sedang mendapat pembinaan untuk menjalankan peran lebih besar ketika pulang ke kabupaten dan kota asal.

“Adik-adik datang ke sini, dicetak untuk menjadi pemimpin saat pulang ke Jawa Tengah dan kabupaten/kota masing-masing,” kata Luthfi. Ia menyebut kemampuan memimpin perlu dibangun melalui kemandirian, pengelolaan diri, dan keberanian mengambil peran di sekitar.

Peserta juga diminta menunjukkan nilai kepramukaan dalam sikap, tindakan, perilaku, dan tutur kata. Hal itu dianggap penting agar mereka mampu menghadapi persoalan pribadi maupun masalah yang perlu diatasi bersama kelompok.

“Kalian akan dididik bersikap mandiri, terampil, dan berinovasi atau punya daya kreasi, punya motivasi untuk membanggakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya. Arahan tersebut menempatkan pengalaman jambore sebagai bekal yang harus digunakan setelah kegiatan berakhir.

Kontingen Disiapkan Selama Tiga Bulan

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah Slamet Budi Prayitno mengatakan kontingen telah melalui persiapan dan pelatihan selama tiga bulan. Pesertanya datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

KomponenJumlah
Pramuka Penggalang tingkat SMP1.208 orang
Pramuka Berkebutuhan Khusus24 orang
Pimpinan Kontingen Cabang68 orang
Pembina Pendamping175 orang
Pimpinan Kontingen Daerah12 orang
Dokter kontingen1 orang

Budi menjelaskan pembinaan Pramuka Jawa Tengah menggabungkan scouting skill dan life skill. Pendekatan itu ditujukan untuk menguatkan kemampuan sosial, keterampilan, daya tahan, karakter, serta pola pikir kreatif dan inovatif.

Pendidikan kepramukaan juga memuat kecintaan kepada tanah air dan wawasan kebangsaan. Budi mengingatkan bahwa peserta Pramuka Penggalang saat ini akan memegang peran penting dalam kehidupan bermasyarakat pada masa mendatang.

“Pemimpin itu tidak harus jadi pejabat publik atau negara, tapi bisa memimpin diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya,” kata Budi. Pernyataan itu sejalan dengan pesan Luthfi agar peserta menjadikan jambore sebagai latihan tanggung jawab.

Dialog dengan Peserta

Dalam kunjungannya, Luthfi berdialog dengan sejumlah peserta mengenai daerah asal dan potensi unggulan wilayah mereka. Ia juga menyapa perwakilan Pramuka Berkebutuhan Khusus, memberikan tanda tangan, dan melayani foto bersama.

Alifah dan Ravi yang menjadi perwakilan Pramuka Penggalang Kwarda Jateng menyatakan bangga dapat mewakili daerah pada kegiatan lima tahunan tersebut. Keduanya menilai arahan Luthfi menambah semangat untuk mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan.

Baca Juga