Pemerintah tidak hanya mengejar perbaikan darurat setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Manggarai Barat. Rekonstruksi permanen juga mulai disiapkan dengan arah pembangunan yang lebih tangguh terhadap bencana.
Rencana itu berjalan bersamaan dengan upaya mengembalikan fungsi jalan, jembatan, rumah sakit, jaringan listrik, dan internet. Pemerintah menargetkan layanan dasar tersebut dapat kembali berfungsi dalam beberapa pekan.
Dari perbaikan fungsional menuju pembangunan permanen
Tahap awal penanganan berfokus pada keselamatan warga terdampak dan pemenuhan kebutuhan dasar. Sesudah itu, rehabilitasi dan rekonstruksi akan dijalankan untuk memperbaiki wilayah yang mengalami kerusakan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan pemulihan tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kondisi sebelumnya. Pemerintah menargetkan pembangunan kembali dapat membuat daerah lebih siap menghadapi bencana berikutnya.
“Kita pulihkan secara fungsional dalam pekan-pekan ini, sambil kita lakukan pembangunan pemulihan yang lebih permanen,” kata Pratikno. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan gempa di Manggarai Barat.
| Fase | Sasaran Utama | Target Penanganan |
|---|---|---|
| Tanggap darurat | Keselamatan warga dan kebutuhan dasar | Layanan vital kembali berfungsi |
| Rehabilitasi dan rekonstruksi | Pemulihan wilayah terdampak | Pembangunan yang lebih permanen dan tangguh |
Instruksi Presiden diikuti pengerahan lintas sektor
Rapat koordinasi darurat berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (16/8/2026). Penanganan dari fase darurat hingga pemulihan jangka panjang dilakukan atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
Pratikno memimpin rapat yang mempertemukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah mendengarkan paparan pimpinan daerah untuk menentukan kebutuhan yang harus segera dipenuhi di lapangan.
Dalam agenda tersebut, pemerintah membawa unsur kementerian, lembaga, dan BUMN strategis. Tujuannya adalah menyatukan dukungan agar penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, dan Kepala Basarnas Mohammad Syafii hadir dalam koordinasi itu. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus juga turut hadir bersama perwakilan instansi terkait.
Logistik dan infrastruktur dasar menjadi perhatian
Posko nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, digunakan untuk mendukung distribusi logistik. Posko tersebut tersambung dengan posko operasional di Labuan Bajo dan Maumere.
PLN, Pertamina, dan Telkom ikut dikerahkan sejak malam setelah gempa. Keterlibatan mereka ditujukan untuk membantu pemulihan infrastruktur dasar yang dibutuhkan warga.
Pratikno menekankan pentingnya sinkronisasi antarlembaga dalam penggunaan sumber daya pemerintah. Koordinasi pusat dan daerah akan menjadi dasar pelaksanaan bantuan darurat serta pembangunan pemulihan jangka panjang di Manggarai Barat.






