Mandalika Jadi Ujian 107 Pembalap, Persaingan Enam Kelas Kian Ketat

Pertamina Mandalika Racing Series Round #3 menjadi ujian besar bagi 107 pembalap yang bersaing dalam enam kelas. Kepadatan peserta membuat setiap kategori menghadirkan persaingan ketat, dari pembalap usia muda hingga kelas Supersport 600cc.

Putaran yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, itu mempertemukan pembalap dari berbagai daerah. Ajang ini menempatkan Mandalika sebagai salah satu ruang kompetisi nasional bagi pembalap yang sedang membangun karier.

Peta Juara Putaran Ketiga

Sejumlah nama muda berhasil menuntaskan persaingan dengan kemenangan pada kelas masing-masing. Bintang Pranata Sukma mencatatkan hasil paling menonjol karena memenangi dua kategori sekaligus.

KelasJuara yang Disebutkan
National Sport 150ccFahmi Basam
National Sport 250ccIrfan Ardiansyah
Supersport 600ccArai Agaska Dibani Laksana
Indonesia Junior Talent Cup U-15Bintang Pranata Sukma
Underbone 150ccFadli Rigani
Junior Sport 250cc U-18Bintang Pranata Sukma

Arai Agaska Dibani Laksana, pembalap asal Lombok, memenangi Race 2 kelas Supersport 600cc. Ia menilai Pertamina MRS memberi peran penting dalam melahirkan generasi pembalap baru di Indonesia.

Irfan Ardiansyah meraih kemenangan pada Race 2 National Sport 250cc. Ia mengaku bangga dengan hasil tersebut dan berharap dapat menjaga performa pada putaran berikutnya.

Standar Kualifikasi yang Lebih Tinggi

Persaingan pada Round #3 tidak hanya ditentukan saat balapan, karena panitia menerapkan kualifikasi Q1 dan Q2. Ketua Pelaksana Pertamina MRS, Arif Syahbani, menyebut format tersebut sudah digunakan pada ajang Moto3, Moto2, serta MotoGP.

Format Q1 dan Q2 ditujukan agar pembalap mengenal situasi kualifikasi yang lebih mendekati standar internasional. Peserta perlu mengelola tekanan dan menyiapkan performa terbaik dalam satu putaran cepat untuk menentukan posisi start.

Arif memandang sistem itu dapat membantu pembalap Indonesia menyiapkan diri menghadapi tingkat persaingan yang lebih tinggi. Dengan demikian, pembinaan tidak berhenti pada kemampuan balapan, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap dinamika akhir pekan kompetisi.

Dorongan untuk Pembinaan Nasional

CEO Pride Motorsport, Eddy Saputra, menilai persaingan putaran ketiga semakin ketat seiring naiknya jumlah peserta. Ia juga melihat perkembangan kemampuan para pembalap sebagai tanda positif bagi pembinaan balap motor nasional.

“Persaingan di Round 3 ini semakin ketat, dan berlangsung seru. Saya ucapkan terimakasih kepada Pertamina atas dukungan yang konsisten, sehingga pembinaan pembalap muda Indonesia terus berjalan dan membuka peluang mereka berprestasi di level nasional maupun internasional,” ujar Eddy.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, hadir menyerahkan penghargaan kepada para pemenang. Ia menyatakan dukungan terhadap Pertamina MRS merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem otomotif bagi dunia balap Indonesia.

“Pertamina berupaya membangun eksosistem otomotif untuk dunia balap tanah air, tentunya agar para pembalap mendapatkan wadah kompetisi tingkat nasional yang menjadi modal untuk berkiprah di ajang balap yang lebih besar berkelas internasional,” kata Baron. Keberadaan enam kelas memberi jalur pengembangan bagi talenta seperti Arai, Irfan, Bintang, Fahmi, dan Fadli untuk melanjutkan pembinaan mereka.

Baca Juga