Tertinggal Sebelum Semenit, Manchester City Runtuh 0-3 di Tangan Arsenal

Manchester City harus mengejar ketertinggalan sejak pertandingan belum berjalan satu menit saat menghadapi Arsenal di Principality Stadium, Cardiff. Gol Riccardo Calafiori pada detik ke-25 menjadi awal kekalahan 0-3 yang dialami City.

Arsenal melanjutkan tekanan dengan gol Kai Havertz pada menit ke-28 dan Martin Odegaard pada menit ke-48. Tiga gol tersebut memperlihatkan ketajaman Arsenal dalam memanfaatkan momentum sepanjang pertandingan.

Tiga Gol dalam Laga Community Shield

Pencetak golMenitDampak skor
Riccardo CalafioriDetik ke-25Arsenal unggul lebih dulu
Kai Havertz28Arsenal memimpin 2-0
Martin Odegaard48Arsenal memastikan skor 3-0

Keunggulan awal mengubah posisi kedua tim di lapangan. Arsenal dapat bermain dengan keuntungan skor, sedangkan City dipaksa mengambil risiko lebih besar untuk mencari gol balasan.

City berusaha membangun kendali melalui penguasaan bola. Akan tetapi, usaha tersebut tidak cukup untuk menghentikan Arsenal yang mampu mengonversi peluang menjadi tiga gol.

Maresca Menilai Respons City Cukup Baik

Enzo Maresca tidak sepenuhnya menilai penampilan City buruk setelah kebobolan cepat. Ia mengatakan timnya sempat menciptakan tiga atau empat peluang sebelum kedudukan kembali berubah.

Menurut Maresca, gol kedua Arsenal membuat situasi semakin sulit. City kehilangan kesempatan untuk menjaga jarak skor tetap tipis hingga waktu jeda.

“Menurut saya, gol yang masuk ke gawang kami setelah 25 detik laga berjalam sayangnya memengaruhi laga di momen itu. Saya rasa usai gol tercipta, reaksinya cukup bagus sebelum kebobolan yang kedua kali,” kata Maresca kepada BBC Radio 5 Live.

Havertz memperlebar keunggulan Arsenal pada menit ke-28 setelah City gagal memaksimalkan kesempatan yang dimiliki. Gol tersebut membuat tim Maresca menghadapi tekanan lebih besar untuk mengejar dua gol.

“Kami punya tiga atau empat peluang tapi sayangnya kami kebobolan gol kedua dan situasi kian rumit. Kecewa ya dengan gol cepat itu karena di partai semacam ini levelnya sangat mirip,” ujar Maresca.

Arsenal Menjaga Momentum

Arsenal datang ke pertandingan sebagai juara bertahan Premier League. Mereka memanfaatkan keunggulan sejak awal untuk terus menekan lawan hingga pertandingan berakhir.

Gol Odegaard pada awal babak kedua semakin menipiskan peluang City untuk kembali ke laga. Skor 3-0 memastikan Arsenal menutup pertandingan dengan keunggulan yang tegas.

Maresca menilai pertandingan dengan kekuatan yang berdekatan dapat berubah hanya oleh satu momen awal. Bagi Manchester City, gol pada detik ke-25 itu menjadi contoh mahalnya dampak kebobolan cepat dalam laga ketat.

City tetap menunjukkan respons setelah tertinggal, tetapi hasil akhirnya tidak berubah. Arsenal mampu menjaga keunggulan dan mengakhiri laga dengan kemenangan tiga gol tanpa balas.

Baca Juga