Luis Enrique menambah pencapaian bersama PSG setelah timnya menjuarai Piala Super Eropa untuk kedua kali secara beruntun. Paris Saint-Germain mengalahkan Aston Villa 2-1 berkat gol Desire Doue yang disahkan setelah peninjauan VAR.
Kemenangan di Salzburg menegaskan konsistensi PSG dalam kompetisi antarklub Eropa. Trofi tersebut juga menjadi Piala Super Eropa kedua yang diraih klub selama berada di bawah arahan Enrique.
Catatan Enrique di Kompetisi Eropa
Enrique telah mengoleksi tiga gelar Liga Champions sebagai pelatih. Ia meraihnya bersama Barcelona pada 2015, kemudian membawa PSG menjadi juara pada 2025 dan 2026.
Rangkaian pencapaian itu menempatkannya sejajar dengan Zinedine Zidane, Pep Guardiola, Arrigo Sacchi, dan Bob Paisley. Mereka termasuk dalam deretan pelatih yang mempertahankan gelar internasional secara beruntun.
Gelar terbaru PSG datang dari pertandingan Piala Super Eropa di Stadion Red Bull Arena, Salzburg, Austria. Laga tersebut berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026 dini hari WIB dan mempertemukan dua juara kompetisi antarklub Eropa.
PSG Mengawali Laga dengan Keunggulan
Khvicha Kvaratskhelia membawa PSG unggul pada menit ke-20. Gol tersebut memberi tim asal Prancis kendali awal dalam pertandingan perebutan trofi itu.
Aston Villa tidak membiarkan PSG memimpin hingga jeda tanpa balasan. Brian Madjo mencetak gol voli pada menit ke-45 setelah memanfaatkan umpan dari John McGinn.
Gol pemain berusia 17 tahun tersebut membuat skor menjadi 1-1 ketika babak pertama berakhir. Hasil imbang itu memaksa kedua tim kembali memperebutkan momentum pada paruh kedua.
| Waktu | Pencetak Gol | Tim | Detail |
|---|---|---|---|
| Menit ke-20 | Khvicha Kvaratskhelia | PSG | Gol pembuka pertandingan |
| Menit ke-45 | Brian Madjo | Aston Villa | Voli dari umpan John McGinn |
| Menit ke-62 | Desire Doue | PSG | Gol disahkan VAR |
Keputusan VAR Menjadi Pembeda
PSG kembali berada di depan pada menit ke-62 melalui Desire Doue. Gol itu sempat memasuki proses pemeriksaan Video Assistant Referee sebelum akhirnya dinyatakan sah.
Pengesahan tersebut mengubah skor menjadi 2-1 untuk PSG. Gol Doue kemudian menjadi gol terakhir yang tercipta dalam pertandingan.
Aston Villa berusaha mengejar ketertinggalan sampai peluit panjang berbunyi. Namun, skuad Emery tidak mampu mencetak gol tambahan untuk memaksakan hasil imbang.
Perlawanan Villa di Tengah Skuad Terbatas
Villa menghadapi pertandingan penting ini tanpa Ollie Watkins, Ezri Konsa, dan Emi Martinez yang masih menjalani masa istirahat setelah Piala Dunia 2026. Johan Manzambi serta Alejandro Garnacho juga absen karena cedera.
Kondisi itu membatasi pilihan Emery, tetapi Villa tetap memberi perlawanan melalui gol Madjo sebelum jeda. Mereka akhirnya harus menerima kekalahan tipis setelah PSG menjaga keunggulan sampai akhir laga.
Bagi PSG, kemenangan tersebut memastikan mereka tetap memegang Piala Super Eropa. Bagi Enrique, keberhasilan itu melanjutkan rangkaian prestasi Eropa yang telah dibangun bersama klub asal Paris tersebut.






