LoA Sudah di Tangan tetapi Dana Tak Ada, Balasan Surel Ini Mengubah Nasib Dosen USK

Letter of Acceptance atau LoA dari University of Rhode Island sempat tidak cukup untuk membawa Nani Safuni ke Amerika Serikat. Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala itu telah diterima di program doktoral, tetapi belum mempunyai dukungan biaya pendidikan.

Situasi berubah setelah Nani mengungkapkan keterbatasan finansial melalui balasan surat elektronik kepada pihak kampus. URI kemudian menawarkan Assistance Scholarship yang membawanya menempuh program PhD di College of Nursing.

Bantuan tersebut mencakup pembebasan biaya kuliah dan asuransi kesehatan. Nani juga memperoleh honor yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup selama tinggal di Rhode Island.

Jenis DukunganKeterangan
Biaya kuliahDibebaskan
Asuransi kesehatanDitanggung
Honor hidupDiperoleh melalui tugas asisten pengajar
Tugas penerimaMenjadi Teaching Assistant

Menurut Media Indonesia, penawaran pendanaan itu diterima sekitar dua pekan setelah Nani menjelaskan bahwa ia tidak memiliki biaya pribadi maupun bantuan institusi. Sebelumnya, ia sempat mengabaikan sejumlah surat elektronik berisi panduan pengurusan visa selama kurang lebih tiga bulan.

Langkah itu diambil karena Nani melihat proses studi belum mungkin diteruskan tanpa jaminan finansial. Penerimaan akademik yang telah diperoleh belum menjawab kebutuhan biaya kuliah dan kehidupan selama berada di Amerika Serikat.

Skema yang Sempat Dicurigai

Tawaran dari URI pada awalnya sempat dianggap Nani sebagai kemungkinan penipuan. Setelah memeriksa kebenarannya, ia mengetahui bahwa perguruan tinggi di Amerika Serikat lazim menyediakan bantuan bagi mahasiswa yang turut bekerja sebagai asisten pengajar.

Dalam program yang diterimanya, Nani menjalankan peran Teaching Assistant di College of Nursing. Pendanaan dan pekerjaan akademik tersebut berjalan dalam satu skema Assistance Scholarship.

“Tentu saja saya terkejut dengan penawaran tersebut. Sejujurnya saya hanya iseng mengirim aplikasi ke URI karena sudah lama ingin kembali melanjutkan studi,” kata Nani.

Dari Uji Kemampuan Bahasa Inggris

Keikutsertaan Nani dalam proses aplikasi URI bermula dari sosialisasi kerja sama antara USK dan University of Rhode Island. Saat itu, ia ingin menguji kemampuan menyimak bahasa Inggris setelah lama tidak berada di lingkungan berbahasa Inggris.

Acara tersebut menghadirkan perwakilan URI, Brooke William Ross. Nani kemudian mendapatkan kesempatan mengikuti pendampingan untuk mengajukan aplikasi LoA.

Setelah itu, ia melengkapi dokumen aplikasi secara mandiri di rumah. Beberapa pekan kemudian, kampus menyampaikan penerimaannya sebagai mahasiswa doktor di College of Nursing URI.

Proses tersebut menunjukkan bahwa penerimaan mahasiswa dan kepastian pendanaan merupakan dua hal berbeda. LoA memberi pengakuan akademik, tetapi keberangkatan Nani baru terbuka setelah bantuan biaya diperoleh.

Hampir dua tahun berada dalam program doktoral itu, Nani menilai keberanian mencoba mempunyai peran besar dalam perjalanan pendidikannya. “Jika hari itu saya tidak melengkapi pengisian aplikasi, mungkin sampai sekarang saya tidak akan pernah menginjakkan kaki di Amerika Serikat,” ujarnya.

Nani mengajak generasi muda untuk tetap mengejar pendidikan tinggi meski menghadapi keterbatasan. Ia menempatkan keterbukaan dalam komunikasi sebagai langkah penting saat mencari jalan keluar dari hambatan pendidikan.

“Keterbukaan dalam berkomunikasi adalah kunci utama untuk menembus batas mimpi. Yang tadinya terasa mustahil digapai, ternyata memiliki jalan terang penuh makna,” tuturnya.

Baca Juga