Lindy AI Tinggalkan Anthropic ke DeepSeek, Biaya Inferensi Dipangkas hingga 90%

Lindy AI memindahkan penggunaan modelnya dari Anthropic ke DeepSeek, sebuah langkah yang disebut memangkas biaya inferensi hingga 90%. Keputusan startup penyedia asisten AI itu menunjukkan bahwa efisiensi biaya kini menjadi pertimbangan penting dalam persaingan kecerdasan buatan.

Penghematan tersebut berpotensi besar bagi perusahaan yang memproses permintaan pengguna dalam jumlah tinggi. Dalam skala besar, biaya inferensi dapat menjadi salah satu komponen pengeluaran utama untuk menjalankan layanan AI.

Biaya Menjadi Pembeda Baru

Persaingan AI tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan membuat model paling canggih. Perusahaan kini menilai kombinasi performa, ketersediaan teknologi, dan biaya operasional sebelum menentukan penyedia model.

Model AI China semakin mendapat perhatian karena menawarkan kemampuan yang dinilai kompetitif dengan biaya lebih rendah. Pergeseran ini memberi tekanan tambahan kepada pengembang model asal Amerika Serikat, termasuk OpenAI dan Anthropic.

Peralihan Lindy AI menjadi contoh nyata dari perubahan pertimbangan tersebut. Perusahaan sebelumnya memakai model Anthropic, lalu memilih DeepSeek setelah melihat peluang penghematan biaya inferensi yang besar.

Pangsa Penggunaan Model China Meningkat

Data OpenRouter memperlihatkan pemakaian model AI China meningkat tajam dalam setahun terakhir. Pada pekan pertama Juli 2026, kontribusi model China mencapai 63% dari total penggunaan token perusahaan AI di platform tersebut.

PeriodeKontribusi Model AI ChinaSumber
Pekan pertama Juli 202663%OpenRouter
Periode sama tahun sebelumnya10%OpenRouter

Angka itu meningkat dari 10% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menandakan bahwa penggunaan model China telah meluas di luar pasar domestiknya.

Perusahaan teknologi kini memiliki pilihan yang lebih banyak untuk mengoperasikan layanan AI. Ketergantungan penuh pada penyedia model dari Amerika Serikat pun berpotensi berkurang seiring meningkatnya alternatif dari China.

Kemampuan Model Turut Mendorong Adopsi

Efisiensi harga bukan satu-satunya faktor yang memperkuat posisi pengembang AI China. Kemampuan model-model baru dari negara tersebut juga dinilai semakin mendekati produk unggulan asal Amerika Serikat.

Moonshot, misalnya, merilis Kimi K3 yang disebut mampu bersaing ketat dengan model dari OpenAI dan Anthropic. Kehadiran model yang lebih canggih dengan biaya lebih terjangkau membuat persaingan industri semakin terbuka.

Bagi pelanggan bisnis, keputusan memakai model AI kini tidak semata ditentukan oleh kualitas keluaran. Kemampuan menekan biaya penggunaan dapat menjadi keunggulan langsung ketika layanan harus melayani banyak pengguna.

Penggunaan Meluas di Tengah Risiko Kebijakan

Ekspansi model AI China berlangsung ketika isu regulasi dan keamanan teknologi ikut menguat. Pemerintah China disebut telah membahas masalah keamanan dengan Alibaba Group Holding serta mempertimbangkan pembatasan akses luar negeri terhadap sistem AI tercanggih di dalam negeri.

Di Amerika Serikat, pembuat kebijakan juga mulai menyelidiki penggunaan model AI China oleh perusahaan seperti Airbnb dan Anysphere. Palantir Technologies menyuarakan kekhawatiran bahwa model sumber terbuka dari China dapat menimbulkan ancaman ekonomi.

Presiden China Xi Jinping menyerukan agar China mengambil peran lebih besar dalam pembentukan aturan AI global. Berdasarkan laporan GuruFocus, Xi juga menekankan bahwa AI harus tetap berada dalam kendali manusia.

Xi turut menyoroti perlunya kerja sama antarnegara terkait keamanan, standar teknis, dan akses bagi negara berkembang. Di tengah persaingan Beijing dan Washington, perusahaan AS kini berhadapan dengan pilihan antara penghematan biaya dan potensi risiko kebijakan lintas negara.

Baca Juga