Lazio gagal menaklukkan Mantova dalam 90 menit pada pertemuan resmi pertama kedua tim selama 59 tahun. Duel babak 32 besar Coppa Italia di Stadion Olimpico, Roma, Minggu, 16 Agustus 2026, berakhir 0-0.
Hasil tersebut terasa kontras dengan pertemuan terakhir pada 30 April 1967, ketika Lazio menang tipis 1-0. Kali ini, Mantova yang berstatus klub Serie B mampu membawa laga menuju adu penalti sesuai regulasi turnamen.
Debut Gattuso Belum Menghasilkan Gol
Pertandingan melawan Mantova menjadi laga resmi pertama Gennaro Gattuso sebagai pelatih Lazio. Ia menggantikan Maurizio Sarri dan langsung mencoba susunan berbeda melalui formasi 4-3-3.
Gattuso memasang Danilho Doekhi dan Alfonso Pedraza di lini pertahanan. Christos Mandas dipercaya berada di bawah mistar, sementara pertandingan dipimpin oleh Giuseppe Mucera dari Palermo.
Matteo Cancellieri, Boulaye Dia, dan Mattia Zaccagni menjadi pilihan Lazio di sektor depan. Meski memiliki tiga pemain menyerang sejak awal, Biancocelesti tidak mampu menghasilkan gol sepanjang waktu normal.
| Data | Lazio | Mantova |
|---|---|---|
| Pelatih | Gennaro Gattuso | Francesco Modesto |
| Status tim | Tuan rumah | Klub Serie B |
| Skor 90 menit | 0 | 0 |
| Kompetisi | Babak 32 besar Coppa Italia | |
Mantova Tidak Sekadar Bertahan
Mantova menunjukkan pendekatan agresif dalam lawatannya ke Roma. Francesco Modesto mengandalkan Cella dan Meroni sebagai penopang pertahanan, dengan Leonardo Gliozzi sebagai andalan di lini serang.
Kedisiplinan Mantova dalam menjaga area pertahanan membuat Lazio kesulitan memanfaatkan tekanan yang dibangun. Kebuntuan itu menjadi sinyal awal bahwa Gattuso masih perlu meningkatkan efektivitas permainan timnya.
Pemenang pertandingan Lazio melawan Mantova akan menghadapi pemenang duel Lecce kontra Palermo pada putaran selanjutnya. Laga ini dengan demikian menjadi pintu awal bagi kedua tim untuk melanjutkan perjalanan di Coppa Italia.
Gattuso Menata Skuad yang Berubah
Tantangan Lazio menjelang musim baru juga berkaitan dengan perubahan komposisi skuad. Mario Gila pindah ke AC Milan, sementara Ivan Provedel menuju Inter Milan.
Lazio kemudian mendaftarkan Davide Frattesi yang diboyong dari Inter Milan untuk menambah pilihan di lini tengah. Penambahan itu menjadi salah satu langkah klub dalam mencari keseimbangan baru di bawah Gattuso.
Angelo Fabiani, Direktur Olahraga Lazio, mengakui bahwa aktivitas transfer klub tidak mudah karena keterbatasan anggaran. “Melakukan transfer bagi kami saat ini tidaklah mudah. Bagaimanapun, negosiasi untuk Frattesi membuktikan bahwa kami memiliki keinginan untuk bergerak di bursa transfer dan kami tetap fokus,” kata Fabiani.
Lazio tetap harus mematuhi aturan sambil mencari solusi untuk mendatangkan pemain lain. Setelah gagal mencetak gol melawan Mantova, Gattuso kini memikul tugas untuk menyatukan pemain lama dan baru dalam permainan yang lebih seimbang.






