Persija Jakarta menghadapi tantangan menyiapkan enam pemain Timnas Indonesia di tengah program latihan dua kali sehari di Thailand. Klub memilih memulihkan kondisi mereka secara bertahap ketimbang langsung memasukkan mereka ke sesi penuh.
Keputusan itu didasari penilaian bahwa para pemain masih mengalami kelelahan fisik dan mental setelah tampil pada Piala AFF 2026. Persija ingin menjaga fondasi kebugaran mereka sebelum tuntutan latihan kolektif ditingkatkan.
Jadwal Padat dalam Pemusatan Latihan
Persija menggelar pemusatan latihan di Thailand pada 10 hingga 23 Agustus 2026 untuk mempersiapkan musim 2026/2027. Pada pagi hari, pemain menjalani latihan yang berfokus pada peningkatan kondisi fisik.
Sesi sore dimanfaatkan untuk mendalami kebutuhan taktik tim. Dengan pola tersebut, pemain yang baru kembali dari tugas internasional perlu mengikuti tahapan pemulihan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Persija turut menjadwalkan sejumlah laga uji coba selama berada di Thailand. Staf pelatih dapat memanfaatkan agenda itu untuk mengamati kesiapan skuad dan perkembangan pemain yang menjalani program khusus.
Enam Pemain Belum Berlatih Penuh
Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, Rayhan Hannan, dan Nadeo Argawinata mulai berlatih pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Namun, keenam pemain tersebut dipisahkan dari kelompok pemain yang telah lebih dahulu berada dalam pemusatan latihan.
| Nama Pemain | Kondisi Usai Tugas Timnas |
|---|---|
| Rizky Ridho | Menjalani program pemulihan terpisah |
| Jordi Amat | Menjalani program pemulihan terpisah |
| Shayne Pattynama | Menjalani program pemulihan terpisah |
| Dony Tri Pamungkas | Menjalani program pemulihan terpisah |
| Rayhan Hannan | Menjalani program pemulihan terpisah |
| Nadeo Argawinata | Menjalani program pemulihan terpisah |
Keenam pemain itu sebelumnya tidak mengikuti Piala Presiden 2026 bersama Persija. Mereka berada dalam skuad Timnas Indonesia yang tampil di Piala AFF 2026.
Setelah turnamen berakhir, para pemain telah memperoleh waktu istirahat. Akan tetapi, Persija memandang masa jeda itu belum cukup untuk langsung membawa mereka ke intensitas penuh latihan tim.
Fisik dan Mental Jadi Pertimbangan
Shin Tae-yong menyebut program terpisah diperlukan karena kelelahan yang dialami tidak hanya berkaitan dengan kondisi tubuh. Faktor mental juga menjadi perhatian setelah Timnas Indonesia terhenti di fase penyisihan.
“Kami akan memasukkan mereka (para pemain Timnas Indonesia yang baru gabung tim) ke program latihan tersendiri. Mereka cukup kelelahan, baik fisik maupun mental, setelah mengikuti turnamen Piala AFF 2026,” ujar Shin Tae-yong.
Program awal dipusatkan pada peningkatan kekuatan dasar dan kebugaran. Setelah tahap itu terpenuhi, para pemain akan dipersiapkan untuk kembali menyatu dengan sesi latihan kolektif Persija.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut juga melihat situasi di dalam tim tetap kondusif. “Para pemain memang sedang berjuang keras dan kelelahan. Tapi, dengan caranya masing-masing, mereka mengatasinya dengan baik. Jadi, suasananya sebenarnya cukup baik. Saya merasa cukup puas,” kata Shin Tae-yong.
Informasi yang dimuat Liputan6.com menyebut Persija mempertahankan pendekatan bertahap meski enam pemain telah beristirahat. Kebijakan itu memungkinkan staf pelatih memantau pemulihan mereka selama agenda persiapan musim berlangsung.






