Lapang Pandang Bisa Menyempit Saat Mata Terlihat Normal, Ini Risikonya

Penglihatan sentral yang masih baik dapat menyembunyikan penyempitan lapang pandang di sisi mata. Kondisi seperti ini dapat terjadi pada glaukoma, yang merusak saraf optik secara perlahan dan sering tidak disadari pada tahap awal.

Kerusakan karena glaukoma tidak dapat dipulihkan setelah terjadi. Namun, perkembangannya dapat diperlambat jika perubahan pada mata ditemukan melalui pemeriksaan lebih dini.

Tes membaca bukan satu-satunya penilaian

Kemampuan membaca huruf dengan jelas tidak cukup untuk memastikan mata benar-benar sehat. Pemeriksaan mata menyeluruh dapat mencakup evaluasi retina, saraf optik, tekanan bola mata, dan lapang pandang perifer.

Pemeriksaan tersebut memungkinkan dokter melihat perubahan yang belum dirasakan pasien. Karena itu, orang yang masih dapat menjalani aktivitas seperti bekerja atau mengemudi tidak sebaiknya menganggap risiko gangguan mata sudah tidak ada.

Dokter spesialis mata konsultan Cornerstone Eye Centre di Singapura, Low Jin Rong, menyampaikan bahwa penglihatan normal tidak selalu mencerminkan kondisi seluruh bagian mata. Dalam keterangan yang dikutip CNN Indonesia, ia mengatakan, “Penglihatan yang masih jelas tidak selalu berarti retina, saraf optik, dan lapang pandang perifer berada dalam kondisi sehat.”

Penyakit kronis dapat memengaruhi mata

Diabetes dan hipertensi termasuk kondisi yang perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan perubahan di bagian belakang mata. Dampaknya dapat berkembang perlahan, tanpa rasa sakit atau keluhan yang segera mengganggu pandangan.

Pada diabetes, gula darah yang tidak terkontrol berisiko merusak pembuluh darah kecil retina. Retina adalah jaringan peka cahaya di belakang mata, dan gangguan pembuluh darah tersebut dikenal sebagai retinopati diabetik.

Pasien dapat tetap merasa penglihatannya baik pada tahap awal. Akan tetapi, pembuluh darah retina dapat bocor atau mengalami perdarahan seiring perkembangan gangguan, lalu memengaruhi ketajaman penglihatan.

PenyakitDampak utama pada mataRisiko bila berkembang
DiabetesKerusakan pembuluh darah kecil retinaKebocoran atau perdarahan yang memengaruhi ketajaman penglihatan
HipertensiPerubahan pembuluh darah retinaKerusakan retina dan saraf optik pada kondisi lebih berat

Hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat mengubah pembuluh darah pada retina. Dalam kasus yang lebih berat, tekanan darah tinggi dapat merusak retina maupun saraf optik.

Risiko tersebut bukan berarti seluruh pasien diabetes atau hipertensi pasti kehilangan penglihatan. Namun, tidak adanya keluhan bukan alasan untuk menunda pemantauan kemungkinan komplikasi mata.

Pemeriksaan rutin sesuai tingkat risiko

Jadwal pemeriksaan mata sebaiknya dikonsultasikan berdasarkan kondisi dan riwayat kesehatan setiap pasien. Hasil pemeriksaan sebelumnya serta tingkat risiko individu dapat menjadi dasar penentuan frekuensinya.

Perhatian lebih diperlukan bagi orang yang telah lama hidup dengan diabetes atau hipertensi. Kebutuhan pemeriksaan juga penting bagi pasien yang gula darah atau tekanan darahnya sulit dikontrol.

Kelompok usia paruh baya atau lebih tua dapat memberi perhatian lebih terhadap kesehatan mata. Risiko juga perlu dipertimbangkan pada orang dengan rabun jauh tinggi, riwayat glaukoma dalam keluarga, atau tekanan bola mata tinggi.

Orang yang belum pernah menjalani pemeriksaan mata menyeluruh dapat mendiskusikannya dengan dokter. Pengendalian gula darah dan tekanan darah tetap penting, sedangkan pemeriksaan mata rutin membantu mengenali gangguan sebelum kehilangan penglihatan menjadi permanen.

Baca Juga