KUR UMKM Diperkuat Dana Rp13,43 Triliun, Ada Terobosan Karbon untuk Nasabah

Bank Mandiri memperluas agenda keberlanjutannya melalui dua jalur, yakni penguatan pembiayaan KUR UMKM dan pembukaan akses pasar karbon bagi nasabah retail. Langkah tersebut ditopang pinjaman sosial US$750 juta serta pengembangan fitur pada Livin’ Planet.

Pinjaman sosial itu setara Rp13,43 triliun dengan menggunakan kurs Jisdor Rp17.915 per dolar AS. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui program kredit usaha rakyat.

Pembiayaan dan Fitur Digital Berjalan Bersamaan

Selain menyalurkan pembiayaan kepada UMKM, Bank Mandiri menambah pilihan kontribusi lingkungan dalam aplikasi perbankan digitalnya. Nasabah retail kini dapat membeli sertifikat pengurangan emisi gas rumah kaca atau SPE-GRK melalui Livin’ Planet.

SPE-GRK tersebut berasal dari proyek energi terbarukan berbasis biogas dan diperdagangkan melalui IDXCarbon. Sebelum fitur baru ini tersedia, nasabah Livin’ Planet dapat berkontribusi melalui program penanaman pohon.

Pengembangan tersebut memberi akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pasar karbon. Sebelumnya, akses terhadap instrumen pasar karbon lebih banyak dimanfaatkan oleh korporasi dan institusi.

Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro menyebut Livin’ by Mandiri melalui Livin’ Sukha dan Livin’ Planet sebagai aplikasi mobile banking pertama di Indonesia yang memiliki fitur pembelian SPE-GRK. Fitur itu membawa akses instrumen pengurangan emisi ke dalam layanan perbankan digital bagi nasabah retail.

ProgramRincianManfaat Utama
Pinjaman sosialUS$750 juta atau Rp13,43 triliunMendukung pembiayaan KUR UMKM
Jaminan MIGAPenjaminan transaksiMembantu pengelolaan risiko pembiayaan
Livin’ PlanetPembelian SPE-GRK melalui IDXCarbonPartisipasi retail di pasar karbon

Penjaminan MIGA Menguatkan Fasilitas

Pinjaman sosial yang diperoleh Bank Mandiri mendapat penjaminan dari Multilateral Investment Guarantee Agency atau MIGA. MIGA adalah bagian dari World Bank Group.

Danis mengatakan penjaminan itu menjadi transaksi MIGA pertama dengan lembaga keuangan di ASEAN. Keterangan tersebut disampaikan dalam Paparan Kinerja Kuartal II/2026 yang digelar secara virtual pada Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Danis, jaminan MIGA dapat membantu perseroan mengelola risiko pembiayaan dengan lebih baik. Penjaminan ini juga dinilai membuka akses Bank Mandiri terhadap pendanaan dengan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif.

“Salah satu capaian yang ingin kami sampaikan adalah diperolehnya pinjaman sosial sebesar US$750 juta USD yang dijamin oleh Multilateral Investment Guarantee Agency atau MIGA,” kata Danis. Fasilitas tersebut diharapkan memperkuat ruang gerak perseroan dalam pembiayaan kepada segmen UMKM.

UMKM Menjadi Fokus Penggunaan Dana

Program KUR menjadi fokus pemanfaatan pinjaman sosial tersebut. Melalui pembiayaan ini, Bank Mandiri memasukkan UMKM ke dalam bagian penting agenda sosial perseroan.

Pendanaan yang lebih efisien dan pengelolaan risiko pembiayaan menjadi dua aspek yang terkait dengan penjaminan MIGA. Keduanya mendukung arah fasilitas yang difokuskan untuk memperkuat pembiayaan usaha kecil.

“Melalui berbagai inisiatif tersebut, kami ingin memastikan bahwa agenda keberlanjutan dapat memberikan manfaat yang semakin nyata dan dapat diakses oleh UMKM, nasabah, serta masyarakat luas,” ujar Danis. Pembiayaan sosial dan akses SPE-GRK menjadi dua bagian dari upaya perseroan memperluas manfaat agenda keberlanjutan.

Baca Juga