48 Orang Dilaporkan Meninggal di Flores, Dukungan USAR Thailand Belum Dikerahkan

Sebanyak 48 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur. Data sementara juga mencatat 64 warga mengalami luka, sehingga total warga terdampak mencapai 112 orang.

Thailand telah menyiagakan tim pencarian dan penyelamatan perkotaan untuk kemungkinan membantu Indonesia. Meski demikian, dukungan itu belum dikerahkan karena masih menunggu permintaan bantuan resmi dari pihak Indonesia.

Korban gempa masih didata dan diverifikasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama unsur potensi SAR. Karena proses tersebut belum selesai, angka dampak yang tersedia hingga pukul 08.30 WITA masih dapat berubah.

Jenis DampakJumlahStatus Pendataan
Meninggal dunia48 orangSementara
Luka berat atau ringan64 orangSementara
Total terdampak112 orangSementara

Tim Siaga, tetapi Belum Dikirim

Tim USAR Thailand disiapkan untuk memberikan bantuan pencarian dan penyelamatan jika Indonesia mengajukan permohonan. Unit nasional tersebut dapat ditugaskan ke luar negeri untuk mendukung negara yang dilanda bencana.

Peran USAR berfokus pada operasi penyelamatan di area perkotaan. Kesiapan tim Thailand memberi peluang tambahan dukungan internasional apabila kebutuhan di lapangan mengarah pada pengerahan bantuan dari luar negeri.

Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand atau DDPM tetap memantau kondisi penanganan di Indonesia. The Nation melaporkan Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand Jeseth Thaiseth telah menginstruksikan personel untuk berkoordinasi dengan lembaga terkait.

Penanganan di Flores Menjadi Prioritas

Gempa tersebut terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Penanganan di lokasi terdampak mencakup pencarian, penyelamatan, serta pembaruan data mengenai korban dan kebutuhan warga.

Liputan6.com melaporkan jumlah korban mencakup warga yang meninggal serta warga dengan luka pada tingkat keparahan berbeda. Verifikasi lebih lanjut dibutuhkan agar gambaran dampak dan kebutuhan penanganan dapat dipastikan.

Keputusan mengenai bantuan dari Thailand akan mengikuti perkembangan respons di Indonesia. Tanpa permintaan resmi, tim yang telah disiagakan belum akan diberangkatkan ke Flores.

Pola Respons DDPM terhadap Bencana Luar Negeri

Kesiapsiagaan DDPM Thailand untuk membantu negara lain bukan hal baru. Pada Juni, USAR Thailand juga disiagakan untuk kemungkinan penugasan ke Venezuela setelah dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda negara itu.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa DDPM memiliki mekanisme untuk memantau bencana lintas negara sebelum mengirimkan bantuan. Mekanisme serupa kini diterapkan terhadap dampak gempa di Flores.

Apabila Indonesia menyampaikan kebutuhan bantuan pencarian dan penyelamatan, Thailand telah memiliki personel yang siap mendukung operasi. Hingga kini, tahapan yang berjalan masih berupa pemantauan situasi dan kesiapan personel.

Baca Juga