Platform generative AI berpeluang menjadi jalur transaksi baru bagi konsumen Asia Pasifik. Accenture Consumer Pulse Survey 2026 menunjukkan 9 dari 10 konsumen ingin dapat berbelanja langsung melalui platform tersebut.
Minat itu memperlihatkan bahwa AI mulai dipandang sebagai pendamping belanja, bukan sekadar alat pencarian informasi. Konsumen ingin proses memilih, membeli, dan mengelola pesanan dapat berlangsung lebih praktis.
Dari Pencarian ke Transaksi
Lebih dari satu dari empat konsumen sudah menggunakan large language models atau LLM sebagai cara utama untuk mencari informasi produk dan jasa. Perubahan tersebut membuka ruang lebih besar bagi AI untuk memengaruhi keputusan yang sebelumnya dibuat konsumen secara mandiri.
Dalam konsep agentic commerce, agen AI dapat menjalankan beberapa tahapan belanja atas nama konsumen. Perannya dapat mencakup membandingkan produk, mengatur pengiriman, hingga mengelola pengembalian barang.
Model ini hadir ketika konsumen harus menghadapi terlalu banyak pilihan dan informasi yang tidak selalu mudah dipilah. Kerumitan tersebut dapat menyebabkan transaksi dibatalkan serta meningkatkan biaya perusahaan untuk memperoleh pelanggan baru.
| Indikator Perubahan Belanja | Persentase Konsumen | Makna Utama |
|---|---|---|
| Ingin transaksi melalui generative AI | 9 dari 10 | AI berpeluang menjadi kanal belanja |
| Mengikuti rekomendasi AI hingga 50 persen keputusan | 8 dari 10 | AI makin menentukan pilihan |
| Lebih percaya agen AI daripada sahabat | 85 persen | Kepercayaan pada rekomendasi AI meningkat |
| Bersedia berganti merek | 1 dari 3 | Kesetiaan merek menghadapi tekanan |
Konsumen Tetap Menginginkan Kendali
Keinginan memakai agen AI tidak berarti konsumen kehilangan preferensi sendiri. Studi tersebut mencatat 57 persen responden akan memberi arahan tentang merek yang boleh dipertimbangkan oleh agen AI.
Namun, arahan itu tidak menjamin pilihan selalu jatuh pada merek yang sama. Satu dari tiga konsumen bersedia berpindah ke merek lain apabila sistem AI menilai alternatif tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sebanyak 68 persen responden juga menginginkan bantuan AI yang diarahkan pada tujuan spesifik. Tujuan tersebut dapat berupa menjaga kesehatan, mengendalikan anggaran, atau berbelanja dengan pertimbangan yang lebih baik.
Managing Director and Lead, Southeast Asia, Accenture Song Patricio De Matteis mengatakan agentic commerce akan mengubah cara konsumen mengambil keputusan pembelian. “Ketika agen AI mulai bertindak mewakili konsumen, loyalitas terhadap suatu brand tidak lagi hanya ditentukan oleh persepsi atau kebiasaan,” katanya.
Tantangan bagi Perusahaan
Senior Managing Director and Lead, AI & Data, Asia Oceania, Accenture Vivek Luthra menilai perusahaan perlu memastikan produknya mudah direkomendasikan oleh agen AI serbaguna. Data produk harus mudah dibaca sistem AI, klaim harus dapat diverifikasi, harga perlu transparan, dan pengalaman pelanggan harus terpercaya.
Persyaratan tersebut penting karena agen AI akan mengandalkan informasi yang tersedia untuk menilai kesesuaian produk. Merek tidak cukup hanya membangun persepsi, melainkan perlu menunjukkan bukti nilai yang dapat dipahami sistem dan konsumen.
Dalam jangka panjang, perusahaan pemimpin kategori berpeluang membangun agen AI khusus untuk kebutuhan bidangnya. Pengembangan ini membutuhkan keahlian, data pelanggan berkualitas, proses bisnis yang dirancang khusus, rekomendasi personal, dan layanan terpadu.
Pengalaman Manusia Tetap Dibutuhkan
Chief Commercial Officer The Ascott Limited sekaligus Managing Director Digital Ventures CapitaLand Investment Tan Bee Leng menilai agentic commerce membuka peluang besar bagi industri perhotelan. AI dapat membuat pencarian dan pemesanan lebih lancar, tetapi keramahan, empati, dan pertimbangan karyawan tetap menentukan pengalaman menginap.
Managing Director and Lead, Products Group, Asia Oceania, Accenture Nhung Mason menyatakan hasil AI yang optimal tidak berasal dari perusahaan yang menganggapnya sekadar proyek teknologi. Perusahaan yang lebih strategis disebut mengubah proses bisnis inti melalui investasi terarah pada platform dan kapabilitas yang diperlukan.






