Saat Kimpul Ramai Diolah, Tantangan Terbesarnya Justru Ada di Meja Makan

Ramainya kimpul diolah menjadi berbagai makanan belum otomatis membuatnya menjadi pilihan karbohidrat sehari-hari. Hambatan terbesarnya berada pada kebiasaan makan masyarakat yang masih sangat bergantung pada nasi.

Potensi kimpul sebagai pangan lokal tetap dinilai besar karena umbi ini menghasilkan pati dan dapat dimakan sebagai sumber karbohidrat. Pengembangannya lebih tepat diarahkan untuk memperluas pilihan pangan, bukan menggantikan nasi secara penuh.

Dari Tren ke Konsumsi Berulang

Perhatian terhadap olahan kimpul di media sosial dapat mendorong masyarakat mencoba bahan pangan lokal tersebut. Namun, tren berisiko cepat hilang bila konsumen hanya memandangnya sebagai makanan yang tidak biasa.

Agar dikonsumsi secara berkelanjutan, kimpul perlu menawarkan rasa yang disukai serta kemudahan pengolahan. Produk berbahan kimpul juga perlu menjawab kebutuhan konsumen dari kelompok usia yang berbeda.

Kimpul relatif mudah didapatkan dan diolah. Jika orang yang semula mencoba karena tren kemudian menyukai rasanya, umbi ini berpeluang masuk lebih tetap ke dalam pilihan pangan rumah tangga.

Potensi Gizi dan Batas Peralihan

Kimpul merupakan tanaman dari keluarga Araceae atau talas-talasan. Umbi ini memiliki potensi gizi, termasuk kandungan serat dan karakteristik pati yang dapat mendukung pengembangan pangan berbasis umbi lokal.

Pakar gizi Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh SKM MKes, menyebut kimpul berpotensi menjadi pilihan selain beras dan singkong. Meski begitu, perubahan pola konsumsi masyarakat tidak dapat berlangsung secara instan.

“Sebenarnya, potensi kimpul cukup besar sebagai sumber karbo alternatif, tetapi bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar memiliki pemikiran ‘kalau belum makan nasi, berarti belum makan’, sepertinya kimpul hanya lebih tepat sebagai pangan diversifikasi dan substitusi parsial, bukan pengganti beras atau nasi,” ujar Lailatul dalam keterangan tertulis.

Pernyataan tersebut menempatkan kimpul sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan. Masyarakat dapat menambah sumber karbohidrat tanpa harus meninggalkan nasi yang telah menjadi pola makan utama.

Tepung Memperluas Pilihan Produk

Kimpul rebus atau kukus dapat menjadi cara paling sederhana untuk mengonsumsi umbi ini. Sementara itu, bentuk tepung memberi peluang pemakaian yang lebih luas dalam makanan yang telah familiar.

Produk KimpulContoh OlahanPeran dalam Konsumsi
Kimpul segarRebus atau kukusPilihan pangan umbi sederhana
Tepung kimpulBiskuit, brownies, bolu, pancakeSubstitusi sebagian terigu
Olahan kombinasiBubur, MPASI, biskuit fortifikasiPangan dengan tambahan protein

Tepung kimpul dapat dimanfaatkan untuk membuat biskuit, brownies, cake, bolu, dan pancake. Bentuk ini membuat kimpul lebih mudah menyesuaikan diri dengan selera konsumen modern.

Selain itu, kimpul dapat diolah menjadi keripik dan stik, serta dikombinasikan dengan sumber protein untuk bubur atau makanan pendamping ASI. Ragam tersebut dapat membantu produk kimpul menjangkau kebutuhan konsumsi yang lebih luas.

Pengolahan Tidak Boleh Diabaikan

Menurut health.detik.com, tantangan diversifikasi pangan kimpul lebih besar pada perubahan preferensi masyarakat daripada ketersediaan bahan. Kondisi ini membuat inovasi produk dan penerimaan rasa menjadi faktor penting bagi pengembangan kimpul.

Cara pengolahan juga perlu diperhatikan untuk mengurangi sensasi gatal yang dapat muncul ketika kimpul dikonsumsi. Perhatian terhadap aspek tersebut diperlukan agar minat pada kimpul tidak berhenti sebagai tren sesaat.

Baca Juga