Kepergian Hayden Panettiere di Usia 36 Tahun Menutup Jejak Ikonis di Heroes dan Scream

Hayden Panettiere meninggal dunia pada usia 36 tahun, mengakhiri perjalanan seorang aktris yang telah bekerja di industri hiburan sejak masa kanak-kanak. Kabar tersebut dikonfirmasi perwakilannya kepada ABC News pada Minggu (16/8) waktu setempat.

Penyebab kematian pemeran Claire Bennet dalam Heroes itu belum diketahui. Kepergiannya terasa menonjol karena Panettiere dikenal melalui peran televisi, drama musikal, hingga film horor yang menjangkau beberapa generasi penonton.

Perwakilan Panettiere, dalam pernyataan yang dikutip Variety, menyebut sang aktris sebagai sosok yang membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang mengenalnya dan jutaan pemirsa. Pernyataan itu menyertai duka atas wafatnya aktris yang juga dikenal sebagai Kirby Reed dalam waralaba Scream.

Karier yang Dimulai Sejak Kecil

Panettiere mulai tampil di layar kaca saat berusia lima tahun. Salah satu penampilan awalnya tercatat dalam One Life to Live pada 1994, sebelum ia tampil pula dalam Guiding Light.

Ia memperoleh perhatian lebih luas melalui film Remember the Titans pada 2000. Namun, serial NBC Heroes yang tayang pada 2006 menjadi titik penting yang mengangkat namanya secara internasional.

Dalam serial itu, Panettiere memerankan Claire Bennet, seorang pemandu sorak yang memiliki kemampuan regenerasi. Karakter tersebut menjadi salah satu figur sentral yang paling dikenang dari Heroes.

KaryaPeran atau KeteranganCatatan
One Life to LivePenampilan awal di televisi27 episode
HeroesClaire Bennet73 episode
NashvilleJuliette Barnes128 episode

Setelah Heroes, Panettiere beralih ke drama musikal Nashville. Ia memainkan penyanyi country Juliette Barnes dari 2012 hingga 2018 dan memperoleh dua nominasi Golden Globe berkat peran tersebut.

Peran Juliette Barnes memperlihatkan jangkauan akting yang berbeda dari Claire Bennet. Panettiere kemudian kembali menarik perhatian di layar lebar saat menghidupkan lagi Kirby Reed dalam Scream VI pada 2023.

Kirby pertama kali diperankan Panettiere dalam Scream 4 pada 2011. Tokoh itu mendapat respons positif dan menjadi salah satu karakter yang disukai penggemar seri tersebut.

Pengalaman Pribadi yang Dibagikan ke Publik

Panettiere beberapa kali mengungkapkan perjuangan pribadinya secara terbuka. Ia berbicara mengenai alkohol, penggunaan narkoba, pengalaman kekerasan, serta proses pemulihan yang dijalaninya.

Pada 2020, ia menjalani rehabilitasi dan kemudian menyatakan sudah berhenti mengonsumsi alkohol. Beberapa bulan sebelum meninggal, Panettiere menerbitkan buku This Is Me: A Reckoning yang memuat kisah hidupnya sebagai aktris sejak dini.

Buku itu juga membahas hubungan Panettiere dengan sang ibu. Keterbukaannya mengenai pemulihan membuat isu kesehatan mental menjadi salah satu bagian penting dalam narasi kehidupannya.

Duka besar juga datang ketika adiknya, Jansen Panettiere, meninggal mendadak pada 2023 akibat masalah jantung. Jansen meninggal pada usia 28 tahun.

Dalam wawancara dengan People pada 2024, Panettiere menyebut kehilangan itu mengubah cara pandangnya dalam menghadapi persoalan. Ia mengatakan pengalaman tersebut membuatnya belajar menentukan hal yang benar-benar pantas dipermasalahkan.

Pada tahun yang sama, ia menjelaskan melalui Instagram bahwa dirinya sangat lelah saat menjalani sebuah wawancara karena tidak tidur selama dua hari. Keadaan itu terjadi setelah salah satu anjing peliharaannya menjalani operasi darurat.

Panettiere meminta publik agar lebih berhati-hati dalam mengomentari kondisi orang lain secara daring. “Kesehatan mental sangat penting,” tulisnya, sebuah pesan yang kini kembali diingat setelah kepergiannya.

Baca Juga