Kepercayaan Unai Emery Berbuah Rekor, Brian Madjo Menantang PSG pada Debut Pertamanya

Unai Emery mengambil keputusan berani dengan menurunkan Brian Madjo sebagai starter melawan PSG pada debut kompetitifnya. Kepercayaan itu dijawab penyerang 17 tahun tersebut dengan gol yang menjadikannya pencetak gol termuda Piala Super Eropa.

Aston Villa kalah 1-2 dari PSG di Red Bull Arena, Salzburg, tetapi Madjo meninggalkan kesan kuat dalam laga tersebut. Torehan itu juga memberi gambaran mengenai kedalaman opsi penyerang yang dapat dimiliki Emery pada musim mendatang.

Starter Setelah Empat Gol Pramusim

Madjo masuk ke pertandingan setelah mencetak empat gol sepanjang pramusim. Emery memberinya panggung besar menghadapi PSG yang disebut sebagai kampiun Liga Champions dalam dua musim berturut-turut.

Pemain muda kelahiran Inggris itu memiliki postur setinggi enam kaki empat inci yang mendukung kekuatannya dalam duel fisik. Karakter permainannya membuat Madjo kerap disandingkan dengan Romelu Lukaku dan mantan penyerang Aston Villa, Emile Heskey.

Awal laga tidak berjalan mudah bagi Madjo maupun Aston Villa. Ia kehilangan bola di luar kotak penalti, yang kemudian menjadi awal gol Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-20 untuk membawa PSG unggul.

Madjo tetap aktif bergerak setelah momen tersebut. Peluang sundulannya dari umpan John McGinn melewati sasaran, sementara tembakan kerasnya juga belum mampu menguji gawang PSG.

AspekDetail
AjangPiala Super Eropa 2026
TempatRed Bull Arena, Salzburg, Austria
HasilPSG 2-1 Aston Villa
RekorPencetak gol termuda Piala Super Eropa

Gol dari Duel di Tiang Belakang

Menjelang babak pertama berakhir, McGinn mengirim umpan lambung menuju tiang belakang. Madjo memenangi duel melawan Willian Pacho dan menyelesaikannya dengan voli menggunakan bagian luar kaki ke sudut atas gawang.

Gol tersebut menyamakan kedudukan setelah PSG lebih dulu memimpin. Namun, Desire Doue membuat PSG kembali unggul tak lama setelah menit ke-60 dan gol itu bertahan hingga peluit akhir.

Madjo masih memperlihatkan kontribusi lain sebelum ditarik keluar untuk digantikan Tammy Abraham. Ia melakukan lari cepat melewati separuh lapangan, lalu memberi umpan matang kepada McGinn yang tembakannya ditepis Matvey Safonov.

McGinn memuji respons rekan mudanya terhadap kesalahan awal dan peluang yang terbuang. “Dia benar-benar fantastis,” kata kapten Aston Villa itu kepada Reuters.

“Akan sangat mudah baginya untuk patah semangat setelah peluang yang terbuang, tetapi striker yang bagus terus menempatkan diri mereka pada posisi yang baik,” lanjut McGinn. Penilaian itu menggambarkan daya tahan mental Madjo dalam laga berintensitas tinggi tersebut.

Debut setelah Putusan CAS

Kesempatan Madjo tampil bersama tim utama baru terbuka setelah CAS mengabulkan banding Aston Villa pada pekan sebelumnya. Klub merekrutnya dari Metz pada Januari, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-17.

FIFA sempat menilai kepindahan itu sebagai transfer internasional yang baru dapat dijalankan saat pemain berusia 18 tahun. Perkaranya turut terkait riwayat Madjo yang pernah bermain untuk tim senior Luksemburg, meski Aston Villa menganggapnya pemain lokal karena sembilan kali membela Inggris U-17.

Selain Madjo, Emery menyoroti penampilan gelandang 19 tahun George Hemmings. “Mereka bekerja dan bukan bermain,” ujar Emery, sembari menyatakan para pemain muda itu masih perlu dipersiapkan agar mampu bersaing secara ketat di tim utama.

Baca Juga