Kemarau Belum Aman Meski Hujan Ringan Diprakirakan di 7 Wilayah Jawa Tengah

Musim kemarau di Jawa Tengah belum menghilangkan risiko kebakaran hutan dan lahan, meski hujan ringan diprakirakan turun di tujuh wilayah pada Minggu, 16 Agustus 2026. Warga tetap perlu menjaga kewaspadaan karena peluang hujan hanya terjadi di area tertentu.

Potensi hujan tersebut terutama muncul pada sore hingga awal malam di kawasan pegunungan, dataran tinggi, dan wilayah sekitarnya. Temanggung serta Kajen menjadi dua daerah yang termasuk dalam prakiraan tersebut.

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang memperkirakan kondisi Jawa Tengah pada pagi hingga siang masih didominasi cuaca cerah sampai cerah berawan. Prakiraan harian ini berlaku pada periode pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

Menjelang sore, tutupan awan diprakirakan bertambah menjadi cerah berawan hingga berawan. Kondisi ini disertai peluang hujan ringan di sejumlah titik, sementara daerah lain tetap cenderung berawan atau cerah berawan.

Tujuh Wilayah dalam Prakiraan Hujan

Peluang hujan ringan tidak hanya mencakup Temanggung dan Kajen. Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Slawi, serta Bumiayu juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu memperhatikan perubahan cuaca.

WilayahPrakiraan
PurbalinggaHujan ringan
BanjarnegaraHujan ringan
WonosoboHujan ringan
TemanggungHujan ringan
KajenHujan ringan
SlawiHujan ringan
BumiayuHujan ringan

Suhu udara di Jawa Tengah secara umum diprakirakan berkisar 16 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara berada pada rentang 45 sampai 95 persen.

Angin bertiup dari arah Timur-Selatan dengan kecepatan sekitar 10 hingga 35 kilometer per jam. Kondisi tersebut menjadi bagian dari unsur cuaca yang menyertai periode kemarau di wilayah Jawa Tengah.

Kondisi Semarang dan Perairan

Semarang diprakirakan cerah hingga cerah berawan pada pagi sampai siang hari. Pada sore hingga awal malam, langit diprediksi cerah berawan sampai berawan tanpa disebutkan potensi hujan ringan seperti di tujuh wilayah lainnya.

Suhu di Semarang berkisar 26 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 45 sampai 75 persen. Angin bertiup dari arah Timur-Selatan dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk perairan utara Jawa Tengah, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 0,5 hingga 1,25 meter. Perairan selatan memiliki gelombang lebih tinggi, yakni sekitar 1,25 hingga 2,5 meter.

Perbedaan prakiraan antara daratan dan perairan perlu menjadi perhatian dalam aktivitas harian. Di wilayah yang berpeluang mengalami hujan ringan, langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan tetap penting dilakukan selama musim kemarau.

Baca Juga