Bukan Sekadar Busana, Kebaya Sheila Dara Menyimpan Dua Momen Keluarga

Sehelai kebaya dapat menyimpan cerita yang terus bertambah ketika dipakai lintas generasi keluarga. Hal itu dirasakan Sheila Dara setelah kebaya lamarannya juga digunakan oleh sang sepupu untuk acara pernikahan.

Busana tersebut sebelumnya melekat pada momen lamaran Sheila dengan Vidi Aldiano pada akhir 2021. Saat dipakai kembali oleh sepupunya, kebaya itu kemudian menjadi bagian dari peristiwa keluarga yang berbeda.

Sheila tidak melihat kebaya istimewa sebagai barang yang harus berhenti digunakan setelah satu acara. Ia justru merasa senang ketika benda personal itu dapat menemani kebahagiaan orang lain.

“Aku tuh senang kalau misalnya sesuatu yang spesial buat aku ternyata bisa dipakai sama orang lain di momen yang sama spesialnya buat aku,” ujar Sheila. Pandangan itu menempatkan kebaya sebagai busana yang membawa kenangan sekaligus ruang untuk cerita baru.

Nilai Emosional dari Kebaya Buatan Khusus

Kebaya lamaran milik Sheila dibuat secara khusus atau custom. Proses tersebut membuatnya memiliki nilai emosional yang kuat bagi sang aktris.

“Kebaya lamaran aku itu akhirnya dipakai untuk nikahan sepupuku juga,” kata Sheila. Pengalaman itu membuat kebaya tersebut tidak hanya mewakili pertunangan Sheila dan Vidi, tetapi juga kebahagiaan keluarga besarnya.

Bagi Sheila, warisan kebaya tidak terbatas pada kain, bentuk, ataupun warna. Kenangan dan kehangatan yang melekat pada pemakaiannya juga menjadi bagian dari nilai yang diteruskan.

Kenangan yang Muncul Saat Produksi Jalan Pulang

Makna personal kebaya itu kembali muncul saat Sheila terlibat dalam film pendek Jalan Pulang. Ia menemukan kemiripan warna kebaya dalam film dengan kebaya lamarannya yang berwarna oranye.

Menurut hot.detik.com, Sheila menceritakan hal tersebut saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026). Kesamaan warna itu ia sadari ketika melihat properti foto dan kostum yang dipakai dalam proses syuting.

“Iya itu tuh dulu kebaya lamaran aku juga warnanya sama persis kayak gitu, warna oranye itu. Terus aku bilang sama Mbak Renita, ini mirip banget,” ujar Sheila. Kebaya oranye dalam film itu pun menjadi pengingat langsung bagi momen lamarannya.

Keterhubungan itu tidak berhenti pada warna karena foto kebaya lamaran Sheila turut dipakai sebagai salah satu properti Jalan Pulang. “Itu memang custom sih sebenarnya gitu (kebaya lamaran). Dan kemarin di film Jalan Pulang ini juga fotonya dipakai di salah satu props,” tuturnya.

Pengalaman Sheila memperlihatkan bagaimana kebaya dapat membawa jejak peristiwa personal sekaligus keluarga. Ketika diteruskan kepada orang lain, busana tersebut tetap hidup melalui momen yang berbeda dan bermakna.

Baca Juga