Kasus seorang siswa 16 tahun yang diduga merencanakan pembakaran gereja di Jerman kini juga melibatkan penelaahan kondisi kesehatan mentalnya. Remaja itu dipindahkan dari penahanan pra-sidang ke fasilitas medis khusus bagi anak di bawah umur setelah didiagnosis mengalami gangguan mental.
Pemindahan tersebut membuat kemungkinan proses hukum terhadap tersangka belum dapat dipastikan. Aparat masih menelaah apakah remaja yang disebut memiliki keterbatasan mental itu dapat dituntut atau tidak.
Di tengah pemeriksaan kondisi tersangka, penyidikan atas dugaan ancaman terhadap rumah ibadah tetap berjalan. Remaja itu ditahan di Kota Hamm, North Rhine-Westphalia, atas dugaan merencanakan pembakaran sebuah gereja.
Gereja Diduga Sudah Ditinjau
Penyelidik menyebut tersangka telah memeriksa gereja yang diduga menjadi target. Rumah ibadah tersebut merupakan gereja milik komunitas Kristen independen.
Informasi mengenai peninjauan lokasi menjadi perhatian karena menunjukkan dugaan persiapan terhadap sasaran. Namun, laporan yang tersedia tidak menjelaskan waktu aksi maupun metode pembakaran yang diduga direncanakan.
Aparat juga menggeledah apartemen tersangka setelah penangkapan. Penggeledahan itu menjadi bagian dari penyidikan atas dugaan rencana pembakaran serta dugaan hubungan perkara dengan ISIS.
Menurut Bild yang dikutip VIVA, tersangka telah ditahan sejak 2 April. Penanganan perkara dilakukan oleh penyidik dan otoritas kejaksaan di Düsseldorf.
Komunikasi dan Aktivitas Daring
Juru bicara Kantor Kejaksaan Agung Düsseldorf, Alexandra Wiese, menyampaikan bahwa tersangka berkomunikasi dengan seseorang yang dekat dengan ISIS. Keterangan tersebut menjadi salah satu unsur yang diperiksa dalam penyelidikan.
Penyelidik juga mendapati informasi bahwa remaja itu pernah berusaha pergi ke wilayah yang dikuasai ISIS. Ia diduga ingin bergabung dengan kelompok tersebut.
Selain dugaan upaya keberangkatan, tersangka disebut aktif mempromosikan ISIS melalui media sosial. Aktivitas tersebut masih ditelusuri aparat sebagai bagian dari materi perkara.
Rangkaian dugaan itu belum menjelaskan seluruh detail persiapan serangan yang dituduhkan kepada tersangka. Otoritas belum memaparkan informasi mengenai isi temuan penggeledahan maupun bentuk komunikasi yang sedang diperiksa.
Penyidikan Belum Berakhir
Kasus ini menempatkan dugaan rencana penyerangan terhadap gereja dalam penyidikan yang berjalan bersamaan dengan evaluasi kesehatan mental tersangka. Kedua aspek tersebut akan memengaruhi arah penanganan hukum terhadap remaja berusia 16 tahun itu.
Hingga informasi terakhir yang dilaporkan, perkara masih berada di tangan penyidik dan kejaksaan di Düsseldorf. Status hukum tersangka belum dipastikan karena otoritas masih menelaah kondisi yang menyertainya.






