Jonatan Christie belum menilai dirinya telah kembali ke performa terbaik, tetapi ia melihat peningkatan yang penting di China Open 2026. Kemenangan tiga gim atas Loh Kean Yew menjadi modal kepercayaan diri untuk melanjutkan proses tersebut.
Jonatan memastikan tempat di perempatfinal setelah menang 12-21, 21-6, 21-13. Pebulutangkis Indonesia itu menekankan keinginannya untuk bermain lebih menikmati pertandingan, lebih dewasa, dan lebih berani.
Targetnya Bukan Sekadar Kemenangan
Juara All England 2024 tersebut masih menjadikan adaptasi serta kenyamanan bermain sebagai pekerjaan utama. Ia ingin membalikkan permainan yang dirasakannya pada Indonesia Open dan turnamen-turnamen sebelumnya.
“Ekspektasinya ingin menikmati main saja sih. Membalikkan permainan yang kemarin di Indonesia Open dan sebelumnya,” kata Jonatan.
Menurut Jonatan, penggunaan pukulan yang lebih matang harus berjalan bersama keberanian untuk mengambil keputusan. Ia menilai proses perbaikan itu sudah tampak, walaupun belum mencapai titik yang diinginkan.
“Lebih enjoy, lebih dewasa lagi dalam penggunaan pukulan dan lebih berani lagi. Mungkin belum sampai ke titik yang diinginkan tapi sedikit demi sedikit meningkat,” tegasnya.
Bangkit Setelah Awal yang Berat
Perkembangan tersebut diuji ketika Jonatan menghadapi Loh Kean Yew di Changzhou Olympic Sports Centre pada Kamis (23/7/2026). Unggulan keempat itu kehilangan gim pertama dengan selisih sembilan poin.
Ia kemudian mengubah jalannya pertandingan melalui kemenangan telak 21-6 pada gim kedua. Jonatan melanjutkan momentum itu untuk memenangkan gim ketiga dan mengamankan tiket delapan besar.
| Gim | Jonatan Christie | Loh Kean Yew |
|---|---|---|
| Pertama | 12 | 21 |
| Kedua | 21 | 6 |
| Ketiga | 21 | 13 |
Kemenangan itu memperlihatkan kemampuan Jonatan merespons tekanan setelah awal pertandingan yang tidak ideal. Ia tidak hanya membalikkan skor, tetapi juga menemukan pendekatan permainan yang lebih sesuai dengan kondisi arena.
Membaca Angin dan Mengubah Pendekatan
Jonatan menyebut angin di lapangan sebagai salah satu faktor yang membuat duel berlangsung sulit. Kedua pemain merasakan tantangan serupa sehingga pemilihan strategi menjadi sangat menentukan.
“Seperti kemarin, memang agak tricky juga di lapangan. Saya maupun lawan sama-sama merasakan jadi harus punya strategi yang tepat dan berani menggunakannya,” tutur Jonatan melalui keterangan federasi.
Pada gim pertama, ia mencoba beberapa kali mengukur kondisi lapangan dan arah bola. Percobaan itu menghasilkan sejumlah pukulan keluar, yang kemudian menjadi dasar bagi perubahan strategi.
Jonatan memutuskan untuk lebih agresif sejak awal apabila laga memasuki gim ketiga. Keputusan tersebut terbukti berjalan sesuai rencana ketika ia dapat bermain lebih nyaman selepas interval.
“Puji Tuhan berjalan sesuai rencana dan lebih nyaman ketika berbalik setelah interval,” ujarnya.
Perempatfinal China Open menjadi tantangan berikutnya bagi Jonatan untuk menjaga peningkatan tersebut. Modalnya kini bukan hanya kemenangan atas Loh Kean Yew, melainkan juga keyakinan bahwa pendekatan bermainnya mulai berkembang.






