Rupiah menguat 50 poin pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, dan ditutup di Rp 17.827 per dolar AS. Pemulihan pada akhir pekan itu terjadi setelah kurs bertahan di Rp 17.877 per dolar AS selama dua hari sebelumnya.
Meski menguat pada hari terakhir perdagangan, rupiah tetap melemah 72 poin atau 0,40 persen sepanjang pekan. Posisi penutupan Jumat juga masih lebih lemah dibanding penutupan Senin yang berada di Rp 17.755 per dolar AS.
Pemulihan Setelah Kurs Bertahan di Rp 17.877
Rupiah memasuki perdagangan Jumat dengan penguatan 4 poin ke Rp 17.873 per dolar AS. Pergerakan itu berlanjut hingga akhir perdagangan dan memangkas sebagian tekanan yang muncul sejak Selasa.
Kurs mencapai Rp 17.877 per dolar AS pada penutupan Rabu setelah melemah 16 poin. Pada Kamis, rupiah dibuka sedikit melemah di Rp 17.879 per dolar AS, lalu menutup perdagangan tanpa perubahan di Rp 17.877 per dolar AS.
| Hari | Posisi Pembukaan | Posisi Penutupan |
|---|---|---|
| Senin, 10 Agustus | Rp 17.810 | Rp 17.755 |
| Selasa, 11 Agustus | Rp 17.796 | Rp 17.861 |
| Rabu, 12 Agustus | Rp 17.868 | Rp 17.877 |
| Kamis, 13 Agustus | Rp 17.879 | Rp 17.877 |
| Jumat, 14 Agustus | Rp 17.873 | Rp 17.827 |
Tekanan paling besar dalam data harian terjadi pada Selasa sore. Rupiah melemah 106 poin pada penutupan hari itu hingga berada di Rp 17.861 per dolar AS.
Sebelumnya, rupiah membuka pekan dengan penguatan. Kurs dibuka menguat 87 poin ke Rp 17.810 per dolar AS pada Senin, lalu ditutup menguat 142 poin di Rp 17.755 per dolar AS.
Perhatian Tertuju pada RAPBN 2027
Fluktuasi nilai tukar rupiah tersebut berlangsung saat perhatian publik mengarah pada persiapan pengumuman RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto. Rancangan anggaran itu menggunakan asumsi kurs Rp 17.500 per dolar AS.
Penutupan rupiah pada Jumat berada Rp 327 di atas asumsi kurs pemerintah. Posisi tersebut juga lebih tinggi daripada seluruh penutupan harian rupiah selama perdagangan 10 hingga 14 Agustus.
| Indikator RAPBN 2027 | Asumsi Pemerintah |
|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 6 persen |
| Inflasi | 2,5 persen |
| Suku bunga SBN tenor 10 tahun | 6,9 persen |
| Kurs rupiah | Rp 17.500 per dolar AS |
| Defisit anggaran | Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB |
Selain asumsi kurs, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dalam RAPBN 2027. Asumsi inflasi dipasang pada 2,5 persen, dengan suku bunga SBN tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen.
Pemerintah juga menetapkan target defisit anggaran sebesar Rp 671,2 triliun. Angka itu setara 2,4 persen dari produk domestik bruto.
Pergerakan rupiah pada pekan tersebut memperlihatkan perubahan tajam dari penguatan awal pekan, tekanan pada pertengahan pekan, hingga pemulihan pada Jumat. Data pergerakan kurs dan asumsi RAPBN 2027 dilansir Investor Daily.






