Liverpool mendapat pemegang saham minoritas baru setelah Jeff Bezos masuk melalui sebuah konsorsium investor. Perubahan kepemilikan ini terjadi ketika Fenway Sports Group tetap mempertahankan statusnya sebagai pemegang saham mayoritas klub.
Pada saat yang sama, sepak bola Indonesia mencatat kemenangan besar melalui Garuda Pertiwi U-16 yang mengalahkan Arab Saudi 7-0. Pemerintah juga membuka pembahasan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta tertentu, termasuk kemungkinan pemain kelas dunia untuk Timnas Indonesia.
| No. | Peristiwa | Informasi Kunci |
|---|---|---|
| 1 | Jeff Bezos di Liverpool | Pemilik saham minoritas melalui konsorsium |
| 2 | Indonesia U-16 putri vs Arab Saudi | Menang 7-0 pada penyisihan Grup A |
| 3 | Usulan dwikewarganegaraan | Terbatas bagi talenta yang dibutuhkan bangsa |
1. Struktur Kepemilikan Liverpool Berubah
Nilai saham minoritas Liverpool yang dimiliki Jeff Bezos disebut mencapai 1,65 miliar poundsterling. Angka tersebut hampir menyentuh Rp40 triliun.
Masuknya pendiri Amazon itu berkaitan dengan penjualan sepertiga kepemilikan Liverpool oleh Fenway Sports Group atau FSG. FSG tetap memegang saham mayoritas, sehingga kendali utama atas klub tidak berubah.
Bezos tidak masuk sendirian dalam transaksi tersebut. Konsorsium pemilik saham minoritas juga melibatkan Amit Bhatia, mantan pemilik Queen Park Rangers, serta Eduardo Saverin, salah satu pendiri Facebook.
Perubahan komposisi itu menempatkan Bezos sebagai salah satu pemegang saham Liverpool. CNN Indonesia melaporkan transaksi tersebut tidak mengubah posisi FSG sebagai pemilik mayoritas klub Inggris tersebut.
2. Tujuh Gol untuk Garuda Pertiwi
Garuda Pertiwi Indonesia U-16 tampil meyakinkan saat menghadapi Arab Saudi Putri U-16 pada penyisihan Grup A Srikandi Merdeka Cup 2026. Laga itu digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (14/8).
Indonesia langsung menunjukkan dominasi sejak awal pertandingan dan menutup laga dengan skor 7-0. Kemenangan besar tersebut menempatkan tim sebagai pembuka persaingan grup dengan modal yang kuat.
Fadilla mencetak dua gol pada menit kelima dan 78, sementara Nafeeza Ayasha Nori menyumbang gol pada menit ke-23. Jazlyn Kayla Firyal juga mencetak dua gol pada menit ke-36 dan 40.
Shifana Rizka menambah satu gol pada menit ke-49. Satu gol lain Indonesia terjadi melalui blunder pemain Arab Saudi.
Hasil tersebut menegaskan kontribusi merata dari lini serang Indonesia. Sejumlah pemain mampu mengisi daftar pencetak gol dalam pertandingan pembuka tersebut.
Timo Scheunemann berharap kemenangan itu memberi dampak bagi perkembangan sepak bola putri. Ia ingin anak-anak perempuan yang menyaksikan pertandingan merasa terdorong untuk ikut bermain sepak bola.
“Semoga terhibur ya? Memang harapan kami menghibur warga Kudus tadi. Tapi selain itu kami ingin menginspirasi anak-anak kecil perempuan di seluruh Indonesia yang menonton supaya mereka ingin main bola juga,” kata Timo dalam sesi jumpa pers.
3. Talenta Diaspora dalam Usulan Prabowo
Presiden Prabowo Subianto mengusulkan kebijakan kewarganegaraan ganda yang diberikan secara terbatas kepada talenta tertentu. Dalam penjelasannya, kelompok yang dimaksud dapat meliputi ilmuwan dan pemain sepak bola profesional kelas dunia untuk Timnas Indonesia.
Usulan itu disampaikan saat Rapat Paripurna DPR RI dan Penyampaian RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat (14/8) sore. Prabowo menilai Indonesia memiliki jutaan diaspora dengan potensi di berbagai sektor.
Ia secara khusus menyinggung keberadaan ilmuwan hebat di kalangan diaspora Indonesia. Kebijakan yang diusulkan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bangsa terhadap kemampuan tertentu.
“Untuk kami izinkan dwikewarganegaraan ganda bagi talenta-talenta tertentu yang dibutuhkan oleh bangsa. Indonesia memiliki jutaan diaspora, di antara mereka terdapat ilmuwan yang hebat-hebat,” ujar Prabowo.
Bagi sepak bola, pernyataan tersebut memunculkan pembahasan tentang peluang merekrut talenta profesional kelas dunia. Namun, usulan yang disampaikan tetap berupa kewarganegaraan ganda dengan penerapan terbatas.






