Iran mengisyaratkan pangkalan dan kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah dapat menjadi sasaran bila Washington kembali menyerang fasilitas nuklirnya. Peringatan itu muncul setelah Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran tidak lagi berlaku.
Sumber militer Iran menegaskan respons Teheran atas serangan baru tidak akan dibatasi pada satu sasaran. Negara-negara yang mendukung tindakan permusuhan terhadap Iran juga disebut dapat menghadapi risiko serupa.
Ancaman Balasan Menjangkau Sekutu Washington
Sumber tersebut menyatakan AS dan pihak yang mendukungnya dapat menanggung biaya besar apabila serangan terhadap fasilitas nuklir Iran terjadi lagi. Menurutnya, tindakan tersebut akan meningkatkan konflik alih-alih mengakhirinya.
Dalam pernyataan kepada RIA Novosti, sumber militer Iran mengatakan, “Tanggapan setelah serangan baru apa pun terhadap fasilitas nuklir Iran tidak akan terbatas.” Tidak ada keterangan mengenai target tertentu atau waktu kemungkinan pelaksanaan respons tersebut.
Fokus ancaman mencakup pangkalan, fasilitas, dan kepentingan AS di kawasan. Pernyataan itu juga mengaitkan sekutu AS yang terlibat dalam tindakan terhadap Iran dengan potensi daftar sasaran Teheran.
Serangan Balasan dan Status Gencatan Senjata
Iran sebelumnya merespons serangkaian serangan AS dengan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah. Sesudah serangan itu, Trump menyatakan penghentian tembak antara kedua negara tidak lagi berlaku.
Pernyataan tersebut menandai perubahan dari upaya meredakan konflik menjadi fase konfrontasi baru. Status gencatan senjata yang berakhir juga memperbesar perhatian terhadap keamanan aset militer di kawasan.
Komando Pusat AS menyatakan serangan Amerika terhadap Iran merupakan balasan atas tindakan Iran terhadap kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Selat tersebut menjadi salah satu latar penting dalam meningkatnya konflik Iran dan AS.
| Waktu | Peristiwa Utama |
|---|---|
| 28 Februari | Konflik yang disebut dalam laporan dimulai. |
| Sebelum 18 Juni | Teheran dan Washington menyepakati memorandum penghentian konflik. |
| Sejak 8 Juli | Pasukan AS melakukan rangkaian serangan terhadap Iran. |
| 21 Juli | Trump menyebut lokasi terkait nuklir Iran dapat menjadi sasaran serangan besar. |
Memorandum Tidak Mengakhiri Ketegangan
Teheran dan Washington menandatangani memorandum pada malam sebelum 18 Juni untuk menjamin berakhirnya konflik yang dimulai pada 28 Februari. Meski demikian, laporan menyebut serangkaian serangan AS terhadap Iran telah berlangsung sejak 8 Juli.
Rangkaian perkembangan itu memperlihatkan bahwa kesepakatan sebelumnya tidak menghentikan ketegangan. Konflik kemudian kembali mengarah pada serangan terhadap pangkalan AS dan ancaman terhadap fasilitas nuklir Iran.
Ancaman Trump Memperkeras Posisi Teheran
Sumber militer Iran menyampaikan peringatannya setelah Trump mengancam akan melakukan serangan besar terhadap sejumlah lokasi di Iran. Washington menilai lokasi tersebut berkaitan dengan program nuklir Teheran, tetapi tidak mengungkap titik spesifiknya.
Teheran menempatkan kemungkinan serangan atas fasilitas nuklir sebagai pemicu respons yang lebih luas di Timur Tengah. Tanpa rincian sasaran dari kedua pihak, perkembangan selanjutnya tetap bergantung pada langkah militer dan politik yang akan diambil Washington maupun Teheran.






