Insentif Belum Jelas Saat Motor Listrik Nasional Baru Siap Diluncurkan

Rencana peluncuran motor listrik nasional baru pada 13 Agustus hadir ketika industri kendaraan listrik roda dua masih menghadapi ketidakpastian insentif. Kondisi itu dinilai penting karena dukungan kebijakan yang konsisten menjadi salah satu penopang pertumbuhan pasar.

Pendiri Maka Motors sebelumnya mengeluhkan penjualan motor listrik yang anjlok akibat belum jelasnya kebijakan pemerintah terkait insentif. Menurutnya, industri nasional sulit berkembang maksimal tanpa dukungan seperti yang pernah diberikan pada pemerintahan sebelumnya.

Di tengah tantangan tersebut, pemerintah menyiapkan motor listrik dengan merek baru yang desain dan proses produksinya berada di dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumumkan proyek tersebut secara langsung pada 13 Agustus.

Motor listrik baru ini juga diharapkan dapat dipakai lebih luas oleh masyarakat. Prabowo berharap kendaraan tersebut dapat menjadi pilihan bagi petani yang memerlukan transportasi efisien dan terjangkau.

Produsen Baru Akan Diumumkan Presiden

Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santoso mengatakan pihak yang akan memproduksi motor itu belum dapat diungkapkan. Pemerintah akan menyampaikan perusahaan yang menerima penugasan ketika acara peluncuran berlangsung.

Sigit memastikan PT Pindad bukan produsen yang dimaksud. Pindad akan tetap berkonsentrasi pada kendaraan roda empat, termasuk pengembangan merek Maung.

“Pindad fokus di mobil. Nah, untuk motor listrik nanti ada lagi penugasan yang lain,” ujar Sigit di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Ia juga menegaskan motor tersebut akan mengusung merek baru, bukan memakai identitas produk yang sudah ada.

Menurut Sigit, rancangan motor listrik itu disiapkan oleh insinyur Indonesia. “Enggak, itu nanti akan ada merek baru dan desainnya by Indonesian engineers, desain dari kita. Desain dan production dari kita,” kata dia.

Produsen Lokal Telah Memiliki Fondasi

Indonesia tidak memulai industri motor listrik dari nol saat merek nasional baru diperkenalkan. Sejumlah pemain lokal telah membangun pengalaman pengembangan, produksi, dan riset kendaraan listrik di dalam negeri.

MerekPerusahaanCatatan Produksi
GesitsPT Gesits Motor NusantaraPabrik di Cileungsi; pernah diekspor ke Senegal pada 2021.
Maka CavalryPT Kendaraan Listrik NusantaraPabrik Cikarang berkapasitas hingga 100.000 unit per tahun.
FoxPolytronTelah dijual di Indonesia; perusahaan memiliki sejumlah pabrik di Jawa Tengah.

Gesits diproduksi oleh PT Gesits Motor Nusantara, anak usaha PT Industri Baterai Indonesia atau IBC dan PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi. Cikal bakal pengembangannya berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya sejak 2007.

Produk Gesits kemudian dikembangkan lebih serius pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Motor tersebut pernah diekspor ke Senegal pada 2021 dan banyak digunakan pengemudi ojek online.

Pabrik Gesits di Cileungsi menjadi salah satu bukti bahwa fasilitas manufaktur kendaraan listrik roda dua telah tersedia di Indonesia. Rantai produksi lokal ini telah berkembang sebelum rencana merek baru diumumkan.

Sementara itu, Maka Motors merupakan merek dari PT Kendaraan Listrik Nusantara yang berdiri pada 2022. Perusahaan tersebut didirikan oleh Raditya Wibowo dan Arief Fadillah, dua pengusaha serta insinyur muda Indonesia.

Maka Cavalry sebagai produk perdana diluncurkan pada tahun lalu dan memperoleh sambutan di pasar Indonesia. Maka Motors menyatakan produknya dirancang, dikembangkan, dan diproduksi oleh anak bangsa.

Perusahaan ini juga memiliki pusat riset dan pengembangan di Indonesia. Pabrik Maka Motors di Cikarang, Jawa Barat, memiliki kapasitas produksi hingga 100.000 unit per tahun.

Arah Dukungan Pemerintah Menjadi Penentu

Selain produsen motor roda dua, PT Mobil Anak Bangsa mengembangkan Electro untuk bus, truk, serta mobil listrik di Indonesia. Polytron juga menjual lini motor listrik Fox dan mobil listrik melalui fasilitas produksi yang berada di Jawa Tengah.

Peluncuran 13 Agustus akan mengungkap produsen di balik merek motor listrik nasional baru. Namun, kepastian kebijakan insentif tetap menjadi faktor yang akan menentukan ruang tumbuh industri kendaraan listrik roda dua di dalam negeri.

Baca Juga