Masa Depan Insentif Mobil Listrik Masih Menggantung di Tengah Agenda Nasional

Masa depan insentif mobil listrik masih belum diputuskan pemerintah, meski pembahasannya kini dikaitkan dengan agenda pengembangan kendaraan nasional. Kepastian kebijakan masih menunggu masukan dan kajian dari pihak-pihak terkait.

Arah tersebut menunjukkan bahwa insentif kendaraan listrik tidak lagi semata dipertimbangkan sebagai pendorong pembelian. Pemerintah juga membahas perannya dalam memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik di dalam negeri.

Pengaitan dengan Mobil dan Motor Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan melihat insentif dalam kaitannya dengan mobil nasional atau motor nasional. Penilaian itu belum mengarah pada keputusan final mengenai bentuk kebijakan yang akan diterapkan.

“Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional,” ujar Airlangga, dikutip Antara pada 28/7/2026. Pemerintah belum memaparkan kendaraan, perusahaan, maupun kriteria yang dapat masuk dalam skema tersebut.

Belum ada pula pengumuman tentang jadwal penerapan kebijakan baru. Pembahasan antarkementerian dan lembaga terkait masih diperlukan sebelum pemerintah menetapkan rincian dukungan.

Dua Segmen, Dua Status Kebijakan

Di tengah ketidakpastian untuk mobil listrik, insentif pembelian motor listrik dipastikan tetap tersedia. Perbedaannya terletak pada mekanisme penyaluran yang akan berubah dari pola sebelumnya.

Jenis KendaraanStatus KebijakanHal yang Masih Dikaji
Mobil listrikBelum diputuskan finalMasukan dan arah insentif
Motor listrikInsentif tetap berlanjutPenyaluran kepada perusahaan tertentu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah masih menunggu masukan untuk menentukan kebijakan mobil listrik. “Untuk mobil juga kita tunggu masukan,” jelas Purbaya.

Dengan demikian, belum ada kepastian apakah insentif mobil listrik akan diteruskan, diubah, atau disesuaikan dengan agenda kendaraan nasional. Pemerintah juga belum menyampaikan waktu pengumuman keputusan tersebut.

Motor Listrik Tidak Lagi Menggunakan Pola Lama

Insentif motor listrik sebelumnya disalurkan langsung kepada konsumen melalui potongan harga. Dalam skema yang sedang disiapkan, bantuan itu tidak lagi akan diberikan dengan pola penyaluran langsung tersebut.

Purbaya mengatakan insentif akan dialihkan ke sejumlah perusahaan tertentu. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (21/7/2026).

“Motor listrik masih ada insentif, tapi nanti dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu,” kata Purbaya. Hingga kini, pemerintah belum mengungkap identitas perusahaan yang berpotensi menjadi penerima.

Rancangan teknis subsidi motor listrik masih menunggu kajian Kementerian Perindustrian dan BPI Danantara. Chief Technology Officer BPI Danantara Sigit Puji Santosa ditugaskan merumuskan detail tujuan penyaluran subsidi tersebut.

Industri Menjadi Bagian dari Pertimbangan

Pengaitan insentif dengan mobil nasional memperluas ruang pembahasan kebijakan kendaraan listrik. Pemerintah membicarakan peningkatan penjualan dan penguatan ekosistem industri secara bersamaan.

Meski arah besarnya mulai terlihat, detail pelaksanaan masih belum tersedia bagi masyarakat maupun pelaku industri. Kepastian mengenai insentif mobil listrik dan pola baru subsidi motor listrik baru akan muncul setelah kajian pemerintah selesai.

Baca Juga