Tak Hanya Diplomasi, Indonesia Siapkan Penguatan Otoritas Palestina dan Rekonstruksi Gaza

Indonesia menegaskan dukungannya bagi Palestina tidak berhenti pada jalur politik dan diplomasi. Pemerintah juga menyatakan komitmen untuk membantu penguatan kapasitas Otoritas Palestina serta rekonstruksi Gaza.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pertemuannya dengan Menteri Pembangunan Sosial Palestina Samah Hamad. Pertemuan berlangsung di Manila, Filipina, di sela Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Minister’s Meeting, Post-Ministerial Conferences and Related Meetings atau AMM-PMC.

Tiga Jalur Dukungan Indonesia

Dukungan Indonesia bagi perjuangan kemerdekaan Palestina dirancang melalui beberapa bidang yang saling terkait. Selain menjaga konsistensi politik dan diplomasi, Indonesia juga menempatkan bantuan kemanusiaan sebagai unsur penting dalam kemitraan tersebut.

BidangBentuk Komitmen
Politik dan diplomasiMendukung perjuangan kemerdekaan Palestina secara konsisten
KemanusiaanMemberikan berbagai bentuk bantuan bagi rakyat Palestina
Kapasitas dan pemulihanPenguatan Otoritas Palestina serta rekonstruksi Gaza

Sugiono menyebut bantuan bagi rakyat Palestina sebagai wujud konkret dari dukungan Indonesia. “Wujud dukungan ini tidak hanya melalui konsistensi dukungan politik dan diplomasi, tetapi juga dalam berbagai bentuk bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina,” kata Sugiono.

Menurut Sugiono, agenda dukungan itu juga meliputi penguatan kapasitas bagi otoritas Palestina dan rekonstruksi Gaza. Langkah tersebut menunjukkan dukungan Indonesia mencakup kebutuhan warga dalam situasi darurat sekaligus kebutuhan pemulihan.

Palestina Soroti Akses Bantuan

Dalam dialog tersebut, Samah Hamad menyampaikan bahwa rakyat Palestina masih menghadapi tantangan yang berat. Ia meminta Indonesia terus mendorong pembukaan akses bagi bantuan kemanusiaan yang masih tertahan.

Hamad menilai Indonesia dapat memainkan peran penting melalui berbagai forum internasional. Dukungan diplomatik itu diharapkan ikut membantu memastikan bantuan dapat masuk ke wilayah yang membutuhkan.

Pihak Palestina juga mengapresiasi solidaritas rakyat dan Pemerintah Indonesia. Hamad secara khusus menyampaikan penghargaan terhadap bantuan yang diinisiasi oleh masyarakat dan sektor swasta.

Namun, Palestina berharap seluruh bantuan dikoordinasikan dengan Otoritas Palestina. Koordinasi dinilai dapat membuat penyaluran lebih tepat sasaran dan manfaatnya lebih optimal bagi masyarakat Palestina.

Kebutuhan Mendesak di Tengah Korban

Permintaan pembukaan akses bantuan datang saat jumlah korban di Gaza tetap tinggi. Otoritas Palestina menyatakan serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza masih menimbulkan korban meski gencatan senjata telah diberlakukan.

Rentang WaktuKorban TewasKorban Luka
Sejak gencatan senjata diberlakukanLebih dari 1.000 orangSekitar 3.200 orang
Sejak konflik meningkat pada 7 Oktober 2023Lebih dari 73.000 orangLebih dari 173.000 orang

Data Otoritas Palestina menyebut lebih dari 73.000 orang telah tewas sejak konflik meningkat pada 7 Oktober 2023. Jumlah warga yang terluka dalam periode yang sama dilaporkan telah melampaui 173.000 orang.

Besarnya angka tersebut membuat akses bantuan kemanusiaan tetap menjadi kebutuhan utama bagi Palestina. Komitmen Indonesia pada bantuan, penguatan kapasitas, dan rekonstruksi Gaza menjadi bagian dari dukungan yang disampaikan dalam pertemuan di Manila itu.

Baca Juga