Mundurnya India dari FIFA ASEAN Cup 2026 membuka peluang Bangladesh masuk ke Grup A dan menjadi calon lawan Indonesia. Pergeseran ini mengubah susunan persaingan bagi Indonesia yang akan tampil sebagai tuan rumah.
Bangladesh datang dengan pengalaman meraih gelar SAFF Championship 2003 dan pernah tampil di Piala Asia 1980. Mereka juga menyimpan satu kemenangan atas Indonesia, yakni 2-1 pada 1985.
Perubahan Komposisi Grup A
India memutuskan tidak melanjutkan keikutsertaan dalam turnamen karena memiliki agenda pertandingan melawan Brasil pada 3 Oktober 2026. Bangladesh dikabarkan akan mengisi tempat yang ditinggalkan India.
Jika masuk Grup A, Bangladesh akan bersiap menghadapi Indonesia dan dua negara Asia Tenggara lainnya. Pergantian peserta tersebut membuat calon lawan Indonesia berubah dibandingkan komposisi awal.
FIFA ASEAN Cup 2026 disebut sebagai edisi perdana turnamen ini. Kompetisi tersebut juga dijadwalkan dalam periode FIFA Matchday, kondisi yang diperkirakan memungkinkan peserta tampil dengan kekuatan skuad lebih maksimal.
Prestasi yang Dibawa Bangladesh
Gelar SAFF Championship 2003 menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah yang disebutkan untuk tim nasional Bangladesh. Keberhasilan itu diperoleh dalam kompetisi antarnegara di kawasan Asia Selatan.
Bangladesh juga pernah menjadi peserta Piala Asia 1980. Penampilan pada ajang itu menunjukkan mereka pernah mencapai panggung kompetisi utama sepak bola Asia.
| Catatan Bangladesh | Rincian |
|---|---|
| Gelar utama | Juara SAFF Championship 2003 |
| Penampilan tingkat Asia | Piala Asia 1980 |
| Kemenangan atas Indonesia | 2-1 pada 1985 |
| Pertemuan terakhir dengan Indonesia | Imbang 0-0 pada 1 Juni 2022 |
Modal pengalaman tersebut memberi latar tersendiri bagi kemungkinan Bangladesh menggantikan India. Namun, status sebagai peserta pengganti juga berarti mereka harus menghadapi tantangan baru di Grup A.
Rekor Pertemuan dengan Indonesia
Indonesia dan Bangladesh terakhir bertemu dalam pertandingan persahabatan pada 1 Juni 2022. Duel di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, berakhir dengan skor 0-0.
Tidak adanya gol dalam laga tersebut membuat kedua tim berbagi hasil imbang pada perjumpaan teranyar. Potensi pertemuan di FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi kesempatan pertama bagi kedua negara untuk kembali bertanding setelah laga itu.
Suara.com menyebut Indonesia memiliki catatan yang cukup baik ketika berhadapan dengan Bangladesh. Dari empat pertemuan yang dicatat, disebut terdapat satu kemenangan Indonesia, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Kekalahan Indonesia terjadi pada 1985 saat Bangladesh menang 2-1. Hasil lama itu tetap relevan sebagai penanda bahwa Bangladesh memiliki riwayat mampu mengatasi Indonesia.
Tantangan bagi Indonesia
Timnas Indonesia akan mengikuti turnamen ini di bawah kepemimpinan pelatih John Herdman. Kehadiran Bangladesh, apabila resmi menggantikan India, menambah variasi tantangan karena lawan tersebut membawa pengalaman dari kompetisi Asia Selatan dan Asia.
Indonesia memang akan berstatus tuan rumah, tetapi hasil imbang pada 2022 menunjukkan pertemuan dengan Bangladesh tidak dapat dipandang sederhana. Persiapan untuk fase grup menjadi penting mengingat turnamen berlangsung pada periode FIFA Matchday.






