Luis Enrique menyebut ikatan pemain dengan penggemar menjadi salah satu kekuatan Paris Saint-Germain saat meraih Piala Super Eropa 2026. Pernyataan itu muncul setelah PSG menang 2-1 atas Aston Villa di Red Bull Arena, Salzburg, Austria.
Menurut Enrique, pertandingan tersebut sulit dipersiapkan karena para pemain membutuhkan waktu beristirahat dan bersama keluarga setelah periode laga sebelumnya. Namun, mengenakan seragam PSG dinilai memberi motivasi besar bagi skuad untuk tetap tampil maksimal.
"Pertandingan ini sulit dipersiapkan. Para pemain membutuhkan istirahat dan waktu bersama keluarga mereka, tetapi setiap kali mereka mengenakan seragam Paris Saint-Germain, ada ikatan dengan para penggemar, dan di antara para pemain itu sendiri," kata Enrique melalui laman PSG.
Karakter di Tengah Kekurangan
Pelatih asal Spanyol itu tidak menilai kemenangan hanya dari skor akhir. Ia juga menyoroti kemampuan PSG mempertahankan identitas permainan ketika menghadapi tekanan dan sejumlah kesalahan di lapangan.
"Apa yang kami tunjukkan lagi hari ini adalah bahwa, terlepas dari kesalahan dan banyak hal yang kurang, kami adalah tim yang selalu kami inginkan," ujar Enrique. PSG memang harus menghadapi perlawanan kuat Aston Villa, terutama dalam periode akhir pertandingan.
Setelah unggul 2-1, PSG lebih sering bertahan sambil menunggu peluang serangan balik. Aston Villa terus mencari gol penyama kedudukan, tetapi tidak mampu mengubah hasil hingga laga berakhir pada Kamis (13/8) dini hari WIB.
Jalannya Gol di Salzburg
PSG membuka keunggulan melalui Khvicha Kvaratskhelia setelah menerima umpan Desire Doue. Pemain asal Georgia itu melakukan aksi individu sebelum melepaskan tembakan keras ke tengah gawang Aston Villa.
| Gol | Pemain | Tim | Skor |
|---|---|---|---|
| Pembuka | Khvicha Kvaratskhelia | PSG | 1-0 |
| Menit ke-45 | Brian Madjo | Aston Villa | 1-1 |
| Menit ke-61 | Desire Doue | PSG | 2-1 |
Aston Villa sempat menciptakan peluang lewat sundulan Brian Madjo pada menit ke-28, tetapi bola melebar. Madjo kemudian menyamakan skor tepat pada menit ke-45 melalui sontekan langsung dari umpan silang John McGinn.
Gol itu membuat Madjo, yang berusia 17 tahun, tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa. Villa hampir berbalik memimpin pada menit ke-50, tetapi peluang McGinn dihentikan oleh Matvey Safonov.
PSG mendapatkan gol kemenangan melalui Doue pada menit ke-61. Gol tersebut sempat dianulir karena offside sebelum VAR mengesahkannya.
Kesiapan Pemain Pengganti
Enrique juga menempatkan peran pemain pengganti sebagai bagian penting dari kemenangan PSG. Baginya, pertandingan ketat menuntut kesiapan setiap pemain, bukan hanya mereka yang berada dalam susunan awal.
"Kita selalu membicarakan para pemain yang memulai pertandingan, tetapi sangat penting untuk siap masuk sebagai pemain pengganti, terutama dalam pertandingan seperti ini," ucap Enrique. Ia menilai kesamaan pemahaman antarpemain diperlukan agar seluruh skuad mampu bekerja sebagai satu tim.
Gelar Piala Super Eropa ini membuat PSG mengikuti jejak AC Milan dan Real Madrid yang pernah menjadi juara secara beruntun. Di sisi lain, hasil tersebut memperpanjang catatan Unai Emery yang selalu kalah dalam empat penampilannya di ajang itu.






