Menjelang Asian Games 2026, ICF Andalkan Pembinaan Berkelanjutan Atlet

PP ICF mengandalkan pembinaan berkelanjutan untuk membawa atlet balap sepeda Indonesia bersaing di Asian Games 2026. Strategi itu mencakup kompetisi nasional, peningkatan pelatih, tenaga pendukung, hingga pengalaman bertanding di luar negeri.

Fokus pembinaan tersebut mendapat dukungan dari KONI Pusat setelah kedua pihak membahas persiapan menuju Aichi-Nagoya. Dukungan lintas pemangku kepentingan dipandang penting agar kesiapan atlet dapat dibangun secara konsisten.

Pengalaman Internasional Jadi Bagian Persiapan

Kesempatan tampil dalam kejuaraan internasional menjadi salah satu unsur peningkatan performa atlet. Program itu berjalan bersama penguatan kompetisi dalam negeri untuk memperluas kualitas persaingan yang dihadapi pembalap.

Selain atlet, PP ICF juga memberi perhatian pada peningkatan kualitas pelatih dan pengembangan tenaga pendukung. Unsur-unsur tersebut menjadi bagian dari ekosistem prestasi yang diperlukan menjelang ajang olahraga terbesar di Asia.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menilai ICF telah memperlihatkan komitmen yang kuat dalam membangun pembinaan. Ia menilai kesinambungan program dapat meningkatkan daya saing atlet Indonesia pada tingkat Asia dan dunia.

Marciano menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PP ICF Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya pada 24 Juli 2026. Menurut Marciano, program pembinaan yang dibangun telah membantu atlet balap sepeda Indonesia meraih prestasi internasional.

Fokus pada Nomor Berpeluang Medali

Menjelang Asian Games, PP ICF dan KONI Pusat menaruh perhatian pada pemetaan nomor yang memiliki peluang menghasilkan medali. Penguatan program pemusatan latihan nasional juga dibahas sebagai bagian dari persiapan atlet.

Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Jadwal tersebut menjadi acuan bagi federasi untuk menjalankan program persiapan secara terarah.

Fokus PersiapanTujuanPelaksanaan
Pemetaan nomor potensialMengidentifikasi peluang medaliPersiapan menuju Asian Games 2026
Pemusatan latihan nasionalMengoptimalkan kesiapan atletProgram pembinaan PP ICF
Kejuaraan internasionalMeningkatkan performaPengalaman bertanding atlet

Pertemuan di Senayan

Koordinasi persiapan digelar di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, pada 23 Juli 2026. Marciano Norman hadir bersama Sekjen KONI Pusat Tb. Lukman Djajadikusuma serta Bendahara KONI Pusat Gugun Yudinar.

Pihak federasi diwakili Sekretaris Jenderal PP ICF Jadi Rajagukguk dan Komite Manajemen PP ICF Parama Nugroho. Pertemuan itu membahas kesiapan balap sepeda Indonesia menghadapi persaingan di Jepang.

Jadi Rajagukguk mengatakan dukungan, kepercayaan, serta arahan KONI Pusat memberi dorongan bagi peningkatan kualitas pembinaan. Ia menegaskan federasi berkomitmen menyiapkan atlet melalui program yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Pertemuan ini semakin memperkuat komitmen kami untuk mempersiapkan atlet balap sepeda Indonesia secara optimal menuju Asian Games 2026 melalui program pembinaan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Jadi. Kolaborasi tersebut diharapkan memberi ruang lebih besar bagi atlet untuk mempersembahkan prestasi terbaik bagi Indonesia.

Baca Juga