Hyundai menyiapkan prototipe EV 7-seater yang akan diproduksi di Indonesia sebagai salah satu magnet di GIIAS 2026. Model itu akan hadir bersama Ioniq 3, memperlihatkan langkah Hyundai memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di pasar nasional.
Meski menjadi agenda utama, prototipe tujuh penumpang itu tidak dipamerkan selama seluruh penyelenggaraan acara. Hyundai menjadwalkan penampilannya secara eksklusif pada 29 dan 30 Juli 2026.
Penampilan Terbatas Sebelum Pameran Utama
GIIAS 2026 berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, mulai 30 Juli hingga 9 Agustus 2026. Jadwal prototipe EV 7-seater yang hanya dua hari menjadikannya agenda terbatas dalam rangkaian kehadiran Hyundai.
Ioniq 3 akan diperlihatkan kepada publik sepanjang pameran bersama jajaran produk Hyundai lainnya. Namun, rincian spesifikasi, harga, dan jadwal penjualan model tersebut belum diumumkan.
| Kegiatan | Kendaraan | Jadwal |
|---|---|---|
| Penampilan khusus | EV 7-seater prototipe | 29-30 Juli 2026 |
| Pameran GIIAS | Ioniq 3 dan lini Hyundai | 30 Juli-9 Agustus 2026 |
Produk Listrik Melengkapi Pilihan Penggerak
Hyundai menyiapkan teknologi penggerak dari mesin pembakaran internal, hybrid, hingga listrik untuk sejumlah segmen. Strategi ini ditujukan bagi konsumen MPV dan SUV yang memiliki kebutuhan kendaraan berbeda.
Stargazer, Staria, Palisade, Creta, dan Santa Fe dipastikan menjadi bagian dari jajaran yang tampil. Hyundai juga akan meluncurkan beberapa model baru selama pameran berlangsung.
Komposisi produk tersebut menunjukkan perusahaan tidak hanya menempatkan EV sebagai satu-satunya pilihan. Kendaraan konvensional dan hybrid tetap disiapkan berdampingan dengan Ioniq 3 serta prototipe tujuh penumpang.
Target Penjualan di Tengah Pasar yang Menantang
Hyundai membawa agenda produk baru ketika pasar otomotif semester II/2026 masih dipengaruhi sejumlah tekanan ekonomi. Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto menilai peluang tetap ada karena kebutuhan mobilitas masyarakat masih tinggi.
Ia juga menyoroti suku bunga, pergerakan rupiah, dan daya beli sebagai faktor yang perlu dicermati. BI Rate berada di level 5,75%, sedangkan nilai tukar rupiah disebut berada di kisaran Rp17.900 per dolar AS.
Hyundai memandang kondisi tersebut dapat memengaruhi pembiayaan dan kemampuan konsumen membeli kendaraan baru. Karena itu, perusahaan menyiapkan program promosi dan kemudahan pembiayaan selain mengandalkan peluncuran model baru.
Penjualan Hyundai pada Semester Pertama
Pada semester I/2026, Hyundai mencatat wholesales sebanyak 9.041 unit dan penjualan ritel 8.997 unit. Angka itu bersumber dari data Gaikindo yang dikutip otomotif.bisnis.com.
| Indikator | Periode | Capaian |
|---|---|---|
| Wholesales | Semester I/2026 | 9.041 unit |
| Penjualan ritel | Semester I/2026 | 8.997 unit |
Kehadiran EV 7-seater yang direncanakan diproduksi di Indonesia memberi konteks baru bagi strategi elektrifikasi Hyundai. Bersama Ioniq 3, model tersebut akan menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong penjualan pada paruh kedua 2026.






