Dukungan perangkat lunak hingga enam tahun menjadi pembeda Samsung Galaxy A06 5G di daftar ponsel Snapdragon kelas Rp 2 jutaan. Komitmen tersebut membuka peluang pemakaian perangkat lebih lama tanpa cepat tertinggal oleh pembaruan sistem dan keamanan.
Durasi pembaruan kini menjadi pertimbangan yang kian penting, setara dengan kapasitas baterai maupun kemampuan chipset. Perangkat yang masih menerima pembaruan keamanan berpotensi lebih terlindungi dari celah keamanan siber dan ancaman malware modern.
Data yang dihimpun techno.viva.co.id per Juli 2026 menunjukkan ada lima model berbasis Qualcomm Snapdragon dengan bentuk dukungan perangkat lunak jangka panjang. Bentuk layanan yang disebut tidak sama pada setiap model, mulai dari pembaruan berkala hingga dukungan keamanan yang diperpanjang.
| Model | Chipset | Keunggulan Utama | Dukungan Perangkat Lunak |
|---|---|---|---|
| Xiaomi Redmi 15 | Snapdragon 6s Gen 3 | Layar mulus dan efisiensi daya | Pembaruan berkala |
| Poco M7 | Snapdragon 685 | Baterai hingga 7.000 mAh | Pembaruan perangkat tegar jangka panjang |
| Vivo Y100 5G | Snapdragon 4 Gen 2 | Konektivitas 5G | Pembaruan keamanan diperpanjang |
| Oppo A60 | Snapdragon 680 | Ketahanan fisik tingkat militer | Optimalisasi berkala |
| Samsung Galaxy A06 5G | Snapdragon kelas entry | Kompatibilitas One UI | Hingga 6 tahun |
Dalam segmen terjangkau, jaminan pembaruan dapat memperpanjang usia pakai ponsel yang secara perangkat keras masih memadai untuk kebutuhan rutin. Pengguna pun dapat menunda penggantian perangkat, yang turut berkaitan dengan upaya mengurangi limbah elektronik.
1. Xiaomi Redmi 15 Varian Snapdragon
Xiaomi Redmi 15 varian Snapdragon memakai Snapdragon 6s Gen 3 dan disebut mendapat pembaruan secara berkala. Perangkat ini menonjolkan layar yang mulus serta efisiensi daya untuk menunjang aktivitas harian.
Kombinasi tersebut menempatkan Redmi 15 sebagai pilihan bagi pelajar dan pekerja yang memerlukan ponsel untuk penggunaan rutin. Komitmen layanan purnajual terbaru Xiaomi menjadi dasar dukungan pembaruan pada model ini.
2. Poco M7
Poco M7 mengandalkan Snapdragon 685 dengan baterai berkapasitas hingga 7.000 mAh. Kapasitas ini menjadi salah satu pembeda utama di antara perangkat pada kelas harga terjangkau.
Selain daya tahan baterai, Poco M7 disebut memiliki kepastian pembaruan perangkat tegar dalam jangka panjang. Karakter itu relevan bagi pengguna yang mengutamakan pemakaian lama serta efisiensi performa.
3. Vivo Y100 5G
Vivo Y100 5G hadir dengan Snapdragon 4 Gen 2 dan dukungan konektivitas 5G. Kehadiran jaringan generasi baru tersebut menjadi nilai jual bagi pengguna yang mencari perangkat dengan akses konektivitas lebih mutakhir.
Vivo juga disebut memperpanjang pembaruan keamanan untuk model ini. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga privasi pengguna dari ancaman keamanan digital.
4. Oppo A60
Oppo A60 memakai Snapdragon 680 dan membawa klaim ketahanan fisik tingkat militer. Ponsel ini diposisikan untuk penggunaan harian yang lebih berat dengan perhatian pada ketahanan dan konsumsi daya.
Chipset Snapdragon pada Oppo A60 disebut membantu menjaga efisiensi penggunaan daya. Oppo turut menyiapkan optimalisasi perangkat lunak berkala untuk pasar Asia Tenggara.
5. Samsung Galaxy A06 5G
Samsung Galaxy A06 5G disebut menggunakan arsitektur Snapdragon kelas entry untuk menjaga kompatibilitas One UI dalam jangka panjang. Dukungan hingga enam tahun menjadi poin paling menonjol dibandingkan model lain dalam daftar ini.
Sebelumnya, ponsel pada rentang Rp 2 jutaan umumnya hanya menerima pembaruan perangkat lunak selama satu hingga dua tahun. Perubahan arah dukungan ini membuat calon pembeli perlu memeriksa masa pembaruan Android dan keamanan sebelum menentukan pilihan.






