Bukan Sekadar Lelah, Hepatitis Kronis Dapat Menggerogoti Hati Tanpa Keluhan

Kelelahan berkepanjangan, sakit kepala, nyeri otot, dan demam ringan dapat tampak seperti keluhan biasa. Namun, gejala yang samar tersebut dapat muncul pada hepatitis, termasuk ketika infeksi telah berlangsung lama.

Hepatitis kerap sulit dideteksi dini karena banyak orang tidak mengalami keluhan yang jelas. Saat gejala mulai terlihat, fungsi hati pada sebagian kasus sudah dapat mengalami penurunan.

Infeksi yang Menetap Memerlukan Perhatian

Hepatitis adalah peradangan pada hati, organ yang membantu tubuh mengolah zat gizi, membentuk protein, dan membuang racun. Virus, alkohol atau zat berbahaya, racun, serta penyakit tertentu dapat menjadi pemicu peradangan tersebut.

Hepatitis akut berlangsung tidak lebih dari enam bulan. Bila infeksi menetap melampaui enam bulan, kondisi itu digolongkan sebagai Hepatitis Kronis.

Tubuh pada sebagian kasus mampu membersihkan infeksi tanpa pengobatan jangka panjang. Sebaliknya, infeksi yang tidak dapat dihilangkan tubuh berpotensi terus berkembang dan menimbulkan gangguan pada hati.

National Library of Medicine AS menyatakan tanda hepatitis sering baru terlihat jelas ketika kerusakan hati sudah berat. Masa kemunculan gejala dapat berlangsung lama setelah seseorang terinfeksi.

Hepatitis C Berisiko Berjalan Diam-diam

Hepatitis A, B, dan C merupakan tiga jenis hepatitis akibat virus yang umum dikenal. Ketiganya memiliki cara penularan dan perjalanan penyakit yang berbeda.

JenisPenularan yang DisebutkanKarakteristik Utama
Hepatitis AMakanan, minuman, atau kontaminasi tinjaSangat menular, biasanya pulih dalam dua bulan, dan umumnya tanpa komplikasi.
Hepatitis BHubungan seksual, berbagi jarum suntik, dan kontak darahDapat merusak hati jangka panjang, meski banyak orang pulih dalam enam bulan.
Hepatitis CTidak dirinciSering berlangsung jangka panjang, minim gejala, dan belum memiliki vaksin.

Hepatitis C dapat berkembang menjadi infeksi jangka panjang tanpa tanda yang nyata. Kondisi ini dapat memicu fibrosis, yakni pembentukan jaringan parut pada hati, lalu berkembang menjadi sirosis.

Hepatitis B dan C dapat membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk melihat kemungkinan komplikasi. Pemeriksaan tersebut membantu dokter menilai apakah infeksi telah berubah dari fase akut menjadi kronis.

Perubahan Tubuh yang Perlu Diperiksa

Selain rasa lelah, Gejala Hepatitis dapat meliputi hilangnya nafsu makan, berat badan menurun, mual, muntah, sakit perut, diare, dan gatal pada kulit. Urine berwarna gelap, tinja pucat, serta kulit atau selaput lendir menguning juga dapat terjadi.

Jika keluhan berlangsung cukup lama, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan tes darah untuk melihat antibodi. Mayo Clinic menyebut pasien hepatitis B atau C dapat memerlukan pengambilan sampel darah tambahan untuk memeriksa komplikasi.

Dampak Saat Penyakit Mencapai Tahap Lanjut

Pada infeksi kronis, fungsi hati dapat menurun perlahan selama bertahun-tahun karena jaringan parut terus bertambah. Sirosis dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam menangani cairan, natrium, dan racun.

Perut serta pergelangan kaki dapat membengkak ketika tubuh sulit membuang cairan. Pengecilan otot juga dapat terjadi akibat menurunnya nafsu makan dan terganggunya produksi protein pembentuk otot.

Komplikasi lain mencakup perdarahan dari kerongkongan atau lambung, pembengkakan perut, serta gangguan berpikir dan mengambil keputusan. Deteksi dini penting dilakukan sebelum Kerusakan Hati berkembang lebih jauh.

Dalam keadaan tertentu, dokter dapat melakukan biopsi hati dengan mengambil sedikit jaringan untuk dianalisis di laboratorium. Langkah ini digunakan untuk membantu menilai tingkat kerusakan pada organ hati.

Baca Juga