Harga mulai Rp155 juta menjadi salah satu faktor yang menguatkan daya tarik Wuling Aira ev di pasar mobil listrik terjangkau. Dalam dua pekan setelah peluncuran nasional, model kompak itu telah mengumpulkan lebih dari 3.500 Surat Pemesanan Kendaraan atau SPK.
Pencapaian tersebut memberi sinyal bahwa konsumen melihat ruang bagi kendaraan listrik yang praktis untuk mobilitas sehari-hari. Wuling menawarkan Aira ev dalam dua varian dengan pilihan harga dan jarak tempuh yang berbeda.
Opsi Standard Range dipasarkan seharga Rp155 juta. Varian ini memiliki kemampuan tempuh hingga 205 kilometer, sehingga menjadi pilihan bagi pengguna yang mengutamakan banderol lebih rendah.
Varian Long Range dijual seharga Rp175 juta dengan jarak tempuh hingga 301 kilometer. Konsumen yang memilihnya membayar selisih Rp20 juta untuk tambahan daya jelajah hingga 96 kilometer.
| Varian | Jarak Tempuh | Harga |
|---|---|---|
| Standard Range | Hingga 205 km | Rp155 juta |
| Long Range | Hingga 301 km | Rp175 juta |
Antusiasme pasar dalam dua pekan
Sales Director Wuling Motors, Kharismawan Awangga, menyampaikan apresiasi atas respons masyarakat terhadap Aira ev. Ia menyebut jumlah pemesanan yang melampaui 3.500 SPK menandakan model tersebut diterima oleh konsumen Indonesia.
“Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap Wuling Aira ev yang telah mencatat lebih dari 3.500 SPK hanya dalam dua pekan setelah peluncuran nasional,” kata Kharismawan. Menurutnya, penerimaan itu berkaitan dengan desain, dimensi kompak, fitur modern, dan kemudahan penggunaan kendaraan sehari-hari.
Wuling menempatkan Aira ev sebagai kendaraan untuk kebutuhan perkotaan. Konsep Neo Classic pada eksterior dan tema Fun Pod pada kabin digunakan untuk membangun karakter modern pada mobil berukuran ringkas tersebut.
Ruang kabin dilengkapi layar kontrol berukuran 10,1 inci. Teknologi Internet of Vehicle atau IoV juga diusung untuk mendukung konektivitas kendaraan.
Fitur keselamatan dan produksi
Struktur bodi Aira ev menggunakan 60 persen baja berkekuatan tinggi. Mobil ini juga dibekali kamera parkir belakang serta Hill Hold Control.
Produksi Aira ev dilakukan di fasilitas Wuling yang berada di Cikarang, Jawa Barat. Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN model ini tercatat mencapai 42,5 persen.
Nama Aira berasal dari kata Air dalam bahasa Inggris yang berarti udara. Penamaan itu digunakan Wuling untuk menggambarkan kedekatan mobil dengan kehidupan sehari-hari manusia.
Menurut Suara.com, minat awal terhadap Aira ev dipandang Wuling sebagai dorongan untuk terus menyediakan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat. Rentang harga Rp155 juta hingga Rp175 juta serta dua pilihan daya jelajah diharapkan dapat membantu perluasan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.






