Harga RTX Pro 6000 Blackwell mencapai 16.000 dollar AS pada Agustus 2026, atau sekitar 110 persen lebih tinggi dibandingkan banderol awalnya. Lonjakan ini menjadikan GPU workstation Nvidia tersebut salah satu contoh paling tajam dari tekanan harga komponen komputer kelas atas.
Kenaikan itu berpotensi menambah beban pengadaan perangkat bagi studio kreatif dan pelaku komputasi profesional. RTX Pro 6000 Blackwell dirancang untuk pekerjaan yang membutuhkan kapasitas memori dan kemampuan komputasi besar, bukan untuk pasar gaming umum.
GPU ini membawa memori 96GB dan dipakai untuk rendering visual effect, desain tiga dimensi, simulasi teknik, serta pelatihan model AI skala kecil hingga menengah. Karakter tersebut membedakannya dari RTX 5090 yang lebih ditujukan bagi pengguna konsumer dan gaming.
Harga Berubah dalam Beberapa Tahap
Kenaikan harga RTX Pro 6000 Blackwell berlangsung bertahap sejak masa pemesanan awal pada awal 2025. Saat itu, produk tersebut dibanderol sekitar 7.600 dollar AS sebelum naik menjadi 8.500 dollar AS pada Februari 2025.
Pada Juni 2026, harganya telah melampaui 13.000 dollar AS. Dua bulan kemudian, banderolnya mencapai 16.000 dollar AS, lebih dari dua kali lipat dibandingkan harga awal pemasaran.
| Model GPU | Harga Awal | Harga atau Perubahan Terkini | Perubahan |
|---|---|---|---|
| RTX Pro 6000 Blackwell | 7.600 dollar AS | 16.000 dollar AS | Naik sekitar 110 persen |
| RTX 5090 | 1.999 dollar AS | Rata-rata 4.700 dollar AS | Hampir 2,4 kali lipat |
| RTX 5080 | 999 dollar AS | Penyesuaian harga pasar | Naik 15-20 persen |
| RTX 5070 Ti | 749 dollar AS | Penyesuaian harga pasar | Naik 15-20 persen |
| RTX 5060 Ti 16GB | 429 dollar AS | Penyesuaian harga pasar | Naik 15-20 persen |
Tekno Kompas yang menghimpun informasi dari TechSpot mencatat perubahan tersebut sebagai kenaikan yang sangat mencolok pada segmen GPU profesional. Kondisi pasar ini memperlihatkan bahwa tekanan komponen tidak hanya terbatas pada RAM untuk perangkat konsumer.
Memori Menjadi Titik Tekanan
Perebutan chip memori untuk kebutuhan data center AI disebut menjadi faktor utama kenaikan harga GPU. Pada GPU kelas atas, memori dapat menyumbang lebih dari 80 persen biaya komponen sehingga harga DRAM dan GDDR7 sangat memengaruhi harga jual.
IDC memperkirakan data center AI akan menyerap sekitar 70 persen dari total produksi memori global sepanjang 2026. Permintaan sebesar itu menekan ketersediaan memori untuk berbagai perangkat lain, termasuk kartu grafis profesional dan gaming.
Penyesuaian harga sudah muncul sejak awal tahun ketika ASUS mengonfirmasi perubahan harga pada 5 Januari 2026. Nvidia kemudian menaikkan harga jajaran RTX seri 50 pada Februari 2026.
Pada 13 Mei 2026, Nvidia juga memberi tahu mitra produksinya mengenai kenaikan harga RTX 5090 sebesar 300 dollar AS. Harga di pasar terus bergerak sampai Agustus 2026 seiring tekanan pasokan memori belum mereda.
Lini Gaming Turut Terimbas
Dampak kondisi ini juga terlihat pada RTX 5090 yang diluncurkan dengan harga 1.999 dollar AS. Harga rata-ratanya di pasar Amerika Serikat kini sekitar 4.700 dollar AS, hampir 2,4 kali lipat dari banderol peluncuran.
RTX 5080, RTX 5070 Ti, dan RTX 5060 Ti 16GB disebut mengalami kenaikan 15-20 persen dari harga awal masing-masing. AMD juga menghadapi situasi serupa karena RX 9070 XT telah naik dua kali dengan total kenaikan sekitar 10-15 persen dari harga awal 599 dollar AS.
Peneliti ilmu komputer Daniel Lemire menyebut lonjakan harga memori saat ini sebagai “anomali sejarah”. Ia menilai kenaikan tajam tersebut memutus tren penurunan harga komponen memori yang selama puluhan tahun berlangsung stabil dan eksponensial.






