Harga Minyak US$75 Jadi Patokan 2027, Target Kemiskinan Turun ke 6 Persen

Pemerintah memasang harga minyak mentah Indonesia sebesar US$75 per barel dalam asumsi RAPBN 2027. Pada saat yang sama, lifting minyak ditargetkan mencapai 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari.

Target energi tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari kerangka ekonomi pemerintah untuk 2027. Asumsi itu berjalan bersama target inflasi, nilai tukar rupiah, suku bunga SBN tenor 10 tahun, dan tingkat kemiskinan.

“Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 dolar Amerika Serikat per barel. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari,” kata Prabowo.

Indikator EnergiTarget 2027
Harga minyak mentah IndonesiaUS$75 per barel
Lifting minyak610 ribu barel per hari
Lifting gas954 ribu barel setara minyak per hari

Rupiah dan Inflasi dalam Asumsi Anggaran

Pemerintah mematok inflasi 2027 agar tetap terkendali pada level 2,5 persen. Nilai tukar rupiah juga diasumsikan berada pada kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

Selain itu, suku bunga SBN tenor 10 tahun diperkirakan berada pada level 6,9 persen. Angka-angka tersebut dimasukkan dalam pengantar pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta nota keuangan dan dokumen pendukungnya.

Indikator MakroAsumsi 2027
Inflasi2,5 persen
Nilai tukar rupiahRp17.500 per dolar AS
Suku bunga SBN 10 tahun6,9 persen

“Inflasi akan dijaga pada 2,5%. Suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9%. Nilai tukar berada pada kisaran Rp 17.500 per satu dolar Amerika Serikat,” ujar Prabowo. Pemerintah menyampaikan asumsi tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Sasaran Kemiskinan Lebih Rendah

Di bidang sosial, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan pada 2027 berada di rentang 6 persen hingga 6,5 persen. Sasaran ini lebih rendah daripada target APBN 2026 yang berada pada kisaran 6,5 persen sampai 7,5 persen.

Prabowo menyatakan target itu ditopang harapan terhadap pertumbuhan yang lebih kuat serta pelaksanaan APBN yang efektif. Pemerintah menjadikan penurunan kemiskinan sebagai salah satu indikator yang disampaikan bersamaan dengan asumsi makro 2027.

“Dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN yang efektif, kemiskinan di tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 sampai 6,5 persen dari target APBN 2026 6,5 sampai 7,5 persen,” kata Prabowo. Perubahan rentang target tersebut menunjukkan sasaran penurunan dibandingkan tahun anggaran sebelumnya.

PeriodeTarget Kemiskinan
APBN 20266,5 persen hingga 7,5 persen
20276 persen hingga 6,5 persen

Rangkaian asumsi tersebut menjadi dasar penyusunan anggaran negara untuk 2027. Pemerintah menggabungkan target energi, stabilitas inflasi dan rupiah, serta penurunan kemiskinan dalam kerangka RAPBN 2027.

Baca Juga