Selesai Apel dan Serah Terima, Hafidz Tak Tertolong Usai Laka di Cilincing

Hafidz Imammudin Saleh telah menyelesaikan apel pagi dan serah terima tugas sebelum mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Cilincing. Petugas berusia 21 tahun itu meninggal dunia saat dalam perjalanan pulang seusai piket pada Sabtu pagi.

Hafidz merupakan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) di Sektor Pademangan. Kepergiannya menjadi duka bagi keluarga besar Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Selang Waktu Singkat Setelah Piket

Apel pagi diikuti Hafidz sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah itu, ia menuntaskan proses timbang terima dengan regu jaga baru sebagai bagian dari pergantian tugas.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika Hafidz telah meninggalkan tugasnya untuk pulang. Selang waktu yang singkat antara akhir piket dan kecelakaan menjadi bagian penting dari peristiwa ini.

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, membenarkan bahwa Hafidz meninggal akibat kecelakaan. “Almarhum meninggal dunia karena laka lantas, dalam perjalanan pulang setelah piket,” ujar Gatot.

Kecelakaan Melibatkan Truk

Insiden di Jalan Raya Cilincing itu melibatkan sebuah truk. Akan tetapi, detail benturan dan penyebab kecelakaan belum dipastikan.

Kepolisian masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan terhadap kendaraan yang terlibat. Keterangan saksi juga dikumpulkan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

Proses penyelidikan masih berjalan sehingga belum ada penjelasan final mengenai penyebab kecelakaan Cilincing itu. Kepastian mengenai faktor pemicu insiden masih menunggu hasil pemeriksaan polisi.

Sempat Ditangani di RSCM

Setelah kecelakaan, Hafidz dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM. Penanganan medis telah diberikan, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Jenazah Hafidz kemudian disemayamkan sebelum dimakamkan di TPU Rorotan, Jakarta Utara. Peristiwa ini menutup perjalanan pulangnya setelah ia menyelesaikan tugas rutin pada pagi hari.

Kasus tersebut menegaskan risiko perjalanan yang dapat dihadapi petugas setelah menjalankan pekerjaan lapangan. Keluarga besar Damkar Jakarta Utara masih menanti hasil penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan secara pasti.

Baca Juga