Gol Menit ke-71 Gagalkan Kemenangan DPMM FC, Duel Empat Gol Berakhir Imbang

Kemenangan DPMM FC yang sudah berada di depan mata buyar pada menit ke-71. Ramli Faris mencetak gol untuk Tampines Rovers dan memastikan duel pembuka Grup A Piala Presiden 2026 berakhir 2-2.

Laga di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (25/7), menghadirkan dua perubahan posisi unggul. Tampines memimpin lebih dulu, DPMM membalikkan keadaan, lalu skor kembali seimbang pada sisa pertandingan.

Gol Penyelamat di Dalam Kotak Penalti

Tampines berada dalam posisi tertinggal 1-2 ketika memasuki fase akhir pertandingan. Mereka kemudian meningkatkan tempo serangan untuk memaksa DPMM bertahan lebih dalam.

Upaya tersebut berbuah setelah Kenshin Yamazaki dan Ramli membangun kombinasi di dalam kotak penalti. Ramli mengakhirinya dengan tembakan yang membuat kedudukan berubah menjadi 2-2.

Gol itu membuat pertandingan kembali terbuka pada 19 menit terakhir waktu normal. Kedua tim masih berusaha mencari gol penentu, tetapi tidak ada tambahan gol hingga peluit akhir.

MenitPemainKlubPerubahan Skor
2Hide HigashikawaTampines Rovers0-1
47Ali Rahman AzwanDPMM FC1-1
60Santis OscarDPMM FC2-1
71Ramli FarisTampines Rovers2-2

DPMM Menguasai Periode Setelah Jeda

DPMM memasuki babak kedua dengan pressing tinggi yang membuat Tampines kesulitan membangun permainan dari belakang. Kesalahan fatal lawan pada menit ke-47 dimanfaatkan Ali Rahman Azwan untuk menyamakan kedudukan.

Gol pertama DPMM setelah jeda mengubah arah pertandingan. Tim asal Brunei Darussalam itu semakin agresif dan terus memberi tekanan ke area pertahanan Tampines.

Santis Oscar melengkapi kebangkitan tersebut pada menit ke-60 lewat tembakan terukur dari luar kotak penalti. DPMM kembali memanfaatkan kesalahan Tampines, lalu beralih dari posisi tertinggal menjadi unggul dalam 13 menit.

Awal Meyakinkan Tampines

Sebelum DPMM bangkit, Tampines langsung membuat kejutan saat laga baru berjalan dua menit. Hide Higashikawa memanfaatkan kelengahan pertahanan lawan untuk masuk ke kotak penalti dan mencetak gol pembuka.

Keunggulan itu membuat Tampines menjalankan permainan dari kaki ke kaki di wilayah pertahanan sendiri. Pola tersebut membuat DPMM terdorong naik untuk mengejar bola, sementara skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Penguasaan bola di area sendiri menjadi salah satu aspek penting dari pertandingan ini. Tampines sempat mampu mengontrol babak pertama, tetapi dua kesalahan setelah jeda memberi DPMM ruang untuk menciptakan perubahan besar.

Hasil 2-2 membuat kedua tim mengawali perjalanan di Grup A tanpa kemenangan. DPMM menunjukkan efektivitas saat menekan tinggi, sedangkan Tampines memperlihatkan ketahanan untuk bangkit ketika berada dalam situasi tertinggal.

Baca Juga